![]() |
Situasi keamanan yang tidak stabil di Meksiko menimbulkan kekhawatiran bagi FIFA. |
Insiden itu meletus setelah militer Meksiko membunuh Nemesio Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), di Tapalpa, negara bagian Jalisco, sekitar dua jam perjalanan dari Guadalajara. CJNG dianggap sebagai kelompok kejahatan terorganisir terbesar di Meksiko, beroperasi di sebagian besar negara bagian, sehingga menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan.
Segera setelah itu, kerusuhan menyebar ke banyak wilayah, memaksa sepak bola Meksiko untuk dihentikan sementara. Di Liga MX (liga nasional), pertandingan Queretaro vs. Juarez dibatalkan. Pertandingan "Clasico Nacional" wanita antara Chivas dan Club America juga ditunda. Dua pertandingan divisi bawah mengalami nasib yang sama karena pihak berwenang fokus pada pengendalian situasi.
Menurut media lokal, kelompok kriminal melakukan serangkaian serangan pembakaran mobil dan blokade jalan raya di hampir 10 negara bagian. Taktik ini, yang sering dikenal sebagai "narcobloqueos," bertujuan untuk menghambat pasukan keamanan. Akibatnya, lalu lintas lumpuh, mencegah tim dan penggemar untuk bepergian dengan aman.
Krisis keamanan di Meksiko membuat para pemimpin FIFA cemas. Yang menjadi kekhawatiran FIFA adalah insiden tersebut terjadi sangat dekat dengan lokasi Piala Dunia 2026. Guadalajara dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan, termasuk pertandingan yang melibatkan Korea Selatan, Spanyol, Uruguay, Kolombia, dan negara tuan rumah Meksiko.
Menjelang Piala Dunia 2026, FIFA tentu merasa khawatir. Keamanan kini menjadi tantangan besar bagi Meksiko menjelang dimulainya ajang olahraga terbesar di dunia ini.
Sumber: https://znews.vn/vu-viec-lam-rung-dong-fifa-post1629700.html







Komentar (0)