Keluarga kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Raja Maha Vajiralongkorn telah mengurangi hukuman mantan Perdana Menteri Thaksin menjadi satu tahun penjara.
"Bapak Thaksin menghormati proses hukum, mengaku bersalah, menunjukkan penyesalan, dan menerima putusan pengadilan. Bapak Thaksin kini sudah lanjut usia, juga menderita sakit, dan membutuhkan perawatan medis ," demikian pengumuman Keluarga Kerajaan Thailand pada 1 September.
Keluarga kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Raja Maha Vajiralongkorn mengurangi hukuman Thaksin dari delapan tahun menjadi satu tahun penjara. "Sebagai perdana menteri, Bapak Thaksin telah melakukan hal-hal baik untuk negara dan rakyatnya serta telah setia," bunyi pernyataan tersebut.
Keputusan ini dibuat sehari setelah keluarga, atas nama Thaksin yang berusia 74 tahun, mengajukan permohonan pengampunan kerajaan atas pelanggaran yang dilakukannya selama menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.
Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand pada 22 Agustus. Foto: AFP
Raja Thailand memiliki kekuasaan untuk mengampuni kejahatan apa pun. Para ahli percaya bahwa kesempatan untuk mendapatkan pengampunan sebagian bertanggung jawab atas kembalinya Thaksin ke Thailand.
Nastee Thongplad, direktur Pusat Penahanan Bangkok, tempat Thaksin menjalani hukumannya, mengatakan bahwa permohonan pengampunan harus merinci kontribusi dan status kesehatan pemohon.
Sesuai prosedur, petisi ini dikirim dari penjara ke Departemen Pemasyarakatan, kemudian ke Kementerian Kehakiman dan Perdana Menteri Thailand. Perdana Menteri kemudian akan menyampaikan petisi tersebut kepada Raja Maha Vajiralongkorn.
Thaksin kembali ke negara itu pada tanggal 22 Agustus setelah 15 tahun dalam pengasingan. Ia segera dipindahkan ke Pusat Penahanan Bangkok di kompleks penjara Klong Prem, setelah pengadilan menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan.
Pada dini hari tanggal 23 Agustus, ia dilarikan ke rumah sakit karena serangkaian masalah kesehatan. Mantan Perdana Menteri Thaksin masih menerima perawatan di rumah sakit umum kepolisian dan tidak akan dipindahkan ke rumah sakit lain.
Thaksin menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand sejak 2001 tetapi digulingkan dalam kudeta militer pada tahun 2006. Ia kemudian meninggalkan negara itu, hidup di pengasingan sejak 2008 untuk menghindari hukuman penjara terkait tuduhan korupsi.
Mantan perdana menteri itu menolak tuduhan tersebut, mengklaim bahwa tuduhan itu bermotivasi politik. Thaksin masih menikmati dukungan yang cukup besar karena kebijakan-kebijakannya selama masa jabatannya telah mengubah kehidupan di pedesaan Thailand.
Srettha Thavisin, yang mewakili partai Pheu Thai, yang terkait dengan keluarga Thaksin, menjadi Perdana Menteri Thailand yang baru pada tanggal 22 Agustus. Kabinetnya diperkirakan akan mulai bekerja sekitar pertengahan September.
Thanh Danh (Menurut AFP, Reuters )
Tautan sumber








