
Klub Tari Rakyat Hoa Binh (di bawah naungan Persatuan Wanita Kelurahan Mong Cai 1) adalah salah satu contoh teladan yang telah meninggalkan banyak jejak positif pada gerakan kesehatan dan kebugaran wanita setempat. Didirikan pada Februari 2023, klub ini telah mempertahankan keanggotaan yang stabil sekitar 40 anggota hingga saat ini.
Setiap hari dari pukul 8 malam hingga 9 malam, halaman Pusat Kebudayaan lama di Zona 3 (Jalan Tran Phu) menjadi hidup dengan musik saat anggota Klub Tari Rakyat Hoa Binh berkumpul untuk berlatih. Di musim panas, demi kenyamanan tempat yang sejuk dan berangin, para anggota pindah ke trotoar di sebelah Hotel Majestic Mong Cai untuk berlatih. Banyak anggota datang lebih awal untuk setiap sesi latihan untuk pemanasan dan meninjau gerakan sebelum memulai rutinitas utama.
Untuk mengakomodasi berbagai rentang usia dan menjaga agar tetap menarik, klub secara teratur memperbarui kontennya; rata-rata, 1-2 rutinitas baru ditambahkan setiap minggu, bergantian antara tarian tradisional dengan Zumba, Cha-cha-cha, tarian kelompok, dan rutinitas gabungan. Hasilnya, berlatih tidak hanya membantu wanita meningkatkan kebugaran dan fleksibilitas mereka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu, bersosialisasi, dan berbagi pengalaman setelah seharian bekerja.

Selain menjaga sesi latihan mereka, klub ini aktif berpartisipasi dalam pertunjukan di jalan pejalan kaki pada Sabtu dan Minggu malam; dan juga ikut serta dalam program pertukaran, pertunjukan kelompok, dan acara budaya yang diselenggarakan oleh asosiasi wanita di berbagai tingkatan. Anggota klub juga dengan antusias mendukung kegiatan amal untuk masyarakat, sehingga menyebarkan citra wanita modern yang dinamis, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Sosok yang menjaga kekompakan kelompok adalah Ibu Do Thi Thi (lahir tahun 1965), ketua klub. Setelah terlibat dalam tari tradisional sejak tahun 2019, Ibu Thi awalnya belajar secara formal selama enam bulan, kemudian melanjutkan belajar sendiri melalui internet dan menonton contoh koreografi untuk membimbing para anggota. Selama setiap sesi latihan, beliau dengan cermat mengoreksi setiap langkah kaki dan mengingatkan para anggota tentang setiap gerakan tangan, membantu mereka tampil dengan lancar dan berirama. Hingga saat ini, klub telah mengumpulkan sekitar 50-60 koreografi, beragam gaya, menciptakan variasi yang kaya untuk mendukung latihan rutin.
Berbicara tentang daya tarik tari tradisional, Ibu Thi mengatakan: "Ini adalah aktivitas yang familiar, gerakannya tidak terlalu rumit, mudah diingat, tetapi efeknya terasa. Setelah berlatih secara teratur untuk beberapa waktu, semua wanita merasa lebih sehat; terutama wanita yang lebih tua mengalami pengurangan nyeri sendi yang signifikan. Bertemu, berlatih tari, dan mengobrol secara teratur juga membantu wanita di lingkungan sekitar untuk menjalin ikatan yang lebih erat."

Tari rakyat adalah aktivitas fisik berbasis komunitas dengan gerakan sederhana dan mudah dilakukan, cocok untuk berbagai kelompok usia, dan hanya membutuhkan peralatan minimal. Halaman kecil, pekarangan, atau aula pusat kebudayaan sudah cukup bagi perempuan untuk berlatih. Oleh karena itu, gerakan ini dengan cepat menyebar ke seluruh provinsi. Hingga saat ini, provinsi tersebut memiliki 858 klub tari rakyat dan 933 model, yang menarik hampir 20.000 anggota perempuan.
Untuk memastikan keberlanjutan pembangunan gerakan ini, Persatuan Wanita Provinsi mendorong pelestarian praktik tari tradisional di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat pertukaran dan pertunjukan kelompok selama hari libur dan peringatan. Pada tahun 2025 saja, 100% Persatuan Wanita di komune, kelurahan, dan zona khusus menyelenggarakan pertunjukan tari tradisional kelompok untuk memperingati Revolusi Agustus dan Hari Nasional pada tanggal 2 September, dengan partisipasi lebih dari 15.000 kader, anggota, dan perempuan, menciptakan kegiatan budaya yang semarak dan penuh warna di seluruh provinsi.
Sumber: https://baoquangninh.vn/vui-khoe-cung-clb-dan-vu-3395306.html






Komentar (0)