
Dukungan dari lingkungan pendidikan
Bersama dengan distrik Mui Ne, Universitas Da Lat terpilih untuk menjadi tuan rumah Hari Perlindungan Keamanan Nasional tingkat provinsi tahun ini, mewakili dua sektor penting di provinsi tersebut. Mui Ne merupakan daerah kunci untuk ekonomi maritim dan pariwisata, sementara lingkungan universitas merupakan tempat berkumpulnya banyak anak muda dan mahasiswa – sebuah kekuatan yang memainkan peran penting dalam pembangunan daerah dan negara. Pemilihan ini menunjukkan bahwa gerakan Perlindungan Keamanan Nasional tidak hanya dibangun di daerah pemukiman, instansi, atau bisnis, tetapi juga dipupuk dalam lingkungan pendidikan.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Bapak Mai Minh Nhat, Sekretaris Komite Partai dan Rektor Universitas Da Lat, menyatakan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya melatih pengetahuan profesional tetapi juga berkontribusi dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab dengan karakter yang kuat dan kemampuan untuk melindungi diri dari dampak negatif masyarakat dan dunia maya.
Selama bertahun-tahun, dengan kerja sama Kepolisian Provinsi, sekolah telah melaksanakan banyak kegiatan untuk menyebarluaskan informasi hukum, mencegah dan memerangi kejahatan dan penyalahgunaan narkoba, meningkatkan kesadaran akan keamanan siber, dan mencegah penipuan daring di kalangan siswa. Lebih dari sekadar propaganda, banyak kegiatan kolaboratif praktis telah dilaksanakan, seperti: menyebarluaskan Undang-Undang Keamanan Siber, kampanye "Bersama untuk Keamanan Daring", memberikan panduan tentang penggunaan VNeID, dan meningkatkan keterampilan untuk berpartisipasi dalam lingkungan digital yang aman.
Yang perlu diperhatikan, banyak siswa telah berpartisipasi dalam mendukung kepolisian dalam transformasi digital, membersihkan data warga, dan kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui hal ini, gerakan untuk melindungi keamanan nasional secara bertahap berubah menjadi tindakan nyata oleh kaum muda.

Berkontribusi dalam memperkuat dukungan masyarakat.
Upaya komunikasi juga telah dimodernisasi agar lebih mudah diakses dan relevan bagi siswa. Pada acara tersebut, drama pendek "AI di Kelas: Memilih Kehidupan" mencerminkan jebakan penggunaan narkoba yang menyusup ke lingkungan sekolah dalam berbagai bentuk yang canggih, membantu siswa lebih baik mengidentifikasi bahaya narkoba terselubung, rokok elektrik, penipuan daring, dan kegiatan ilegal karena kurangnya pengetahuan atau kelalaian. Selain itu, model-model seperti "Sekolah Aman dalam Hal Keamanan dan Ketertiban," "Asrama yang Beradab dan Aman," dan "Manajemen Diri Siswa" terus dipertahankan, berkontribusi dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan sehat.

Dalam pidatonya di acara tersebut, Kolonel Huynh Ngoc Liem, Wakil Direktur Kepolisian Provinsi, menekankan bahwa pemilihan Universitas Da Lat sebagai tempat penyelenggaraan acara sangat penting karena merupakan lingkungan yang memiliki pengaruh kuat terhadap generasi muda. “Gerakan 'Seluruh Rakyat Melindungi Keamanan Nasional' hanya akan benar-benar efektif jika warga negara menjadi peserta aktif dalam memastikan keamanan dan ketertiban di tingkat akar rumput. Dalam hal ini, anggota serikat pemuda, kaum muda, dan mahasiswa perlu terus memainkan peran pelopor dan menyebarkan kesadaran tentang supremasi hukum di dalam masyarakat,” tegas Kolonel Huynh Ngoc Liem.
Membangun postur keamanan masyarakat dalam praktik bukan hanya tanggung jawab lembaga penegak hukum tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Ketika setiap siswa berpartisipasi langsung dalam kegiatan masyarakat dan menyebarkan kesadaran akan kepatuhan hukum, gerakan "Seluruh Rakyat Melindungi Keamanan Nasional" akan terus berkembang, berkontribusi untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap komunitas dalam situasi baru.
Sumber: https://baolamdong.vn/vun-dap-the-tran-an-ninh-tu-giang-duong-450671.html








