Pada tahun 1980-an, pasangan tersebut pindah dari Tien Giang (sekarang provinsi Dong Thap) ke komune Thuy Dong (sekarang komune Tan Tay) untuk mengolah lahan tandus dan membangun ekonomi baru.
Setelah menghabiskan waktu bersama, mereka jatuh cinta dan menikah, dan telah bersama selama hampir 36 tahun.
Keluarga Bapak Tran Van Quy dan Ibu Le Thi Kim Loan (Komune Tan Tay, Provinsi Tay Ninh ) selalu berusaha membangun rumah tangga yang bahagia dan menstabilkan situasi ekonomi mereka.
Awal kehidupan pasangan pengantin baru itu penuh dengan kesulitan. Bapak Quy mengenang: “Saat itu, kedua keluarga kami sama-sama kesulitan, jadi kami harus mandiri. Ada banyak hutan dan lahan kosong, sehingga tidak ada yang bisa ditanami. Tanaman tebu dan nanas hancur, dan ladang sering banjir, tidak menghasilkan apa-apa. Pada tahun-tahun itu, kami tidak berani memasak nasi dengan beras biasa; kami harus membeli beras pecah untuk menghemat uang.”
Setelah mengalami banyak kemunduran, pasangan itu memutuskan untuk beralih menanam ubi jalar. Mengikuti rekomendasi dari seorang kenalan, mereka meminjam uang untuk membeli bibit, dan beberapa tahun mereka harus membeli pupuk dan pestisida secara kredit karena kesulitan keuangan.
Berkat ketekunannya dalam belajar, menerapkan pengalaman dari teman dan tetangga, serta menggabungkannya dengan pengetahuan yang diperoleh dari sesi pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat, model pertanian ubi keluarga Bapak Quy secara bertahap meraih kesuksesan.
Dari hanya beberapa petak lahan awalnya, keluarga tersebut kini memiliki 3,7 hektar perkebunan talas. Bapak Quy terutama menjual bibit talas kepada pelanggan tetap dan pedagang.
Pada tahun 2021, harga ubi jalar mencapai puncaknya di angka 21.000 VND/kg, menghasilkan pendapatan lebih dari 1 miliar VND bagi keluarga tersebut. Selain itu, Bapak Quy aktif mendukung masyarakat sekitar, dengan senang hati berbagi teknik dan metode persiapan tanah serta pengendalian hama dan penyakit untuk membantu masyarakat bercocok tanam secara lebih efektif.
Dalam kehidupan sehari-hari, kakek-nenek memberikan teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Kehidupan pernikahan pasti melibatkan konflik, tetapi mereka tahu bagaimana berkompromi dan bekerja sama untuk merawat anak-anak mereka.
Pasangan itu masih ingat betul saat anak-anak mereka bersekolah jauh dari rumah, dan seluruh keluarga harus menabung dan berusaha mengumpulkan cukup uang setiap minggu untuk dikirimkan kepada mereka. "Setiap kali saya mengunjungi anak-anak saya, saya membawa nasi, ikan rebus, dan daging rebus untuk mereka makan secara bertahap," cerita Bapak Quy.
Sekarang setelah semua anak memiliki pekerjaan tetap, dan keluarga telah menyambut dua cucu, suasana menjadi lebih meriah. Di sore hari atau akhir pekan yang luang, keluarga besar berkumpul di meja makan, mengobrol tentang panen, harga produk pertanian, dan kehidupan sehari-hari.
Selama bertahun-tahun, keluarganya telah diakui sebagai "Keluarga Teladan Budaya". Bapak Quy juga dianugerahi gelar "Petani Unggulan dalam Produksi dan Bisnis" di tingkat provinsi pada tahun 2023 dan 2024.
Selain mengurus keluarga, Bapak dan Ibu Quy juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Pada tahun 2018, keluarga mereka secara sukarela menyumbangkan lahan seluas 322 meter persegi untuk pembangunan jalan kanal 5000 Timur Laut.
Pada tahun 2024, ia memobilisasi setiap rumah tangga untuk menyumbang 2 juta VND untuk menyelesaikan sistem kelistrikan untuk ruas jalan sepanjang 2 km dan mengajak teman-teman serta para dermawan untuk menyumbangkan 100 paket hadiah (senilai sekitar 30 juta VND) untuk membantu rumah tangga yang kurang mampu, serta berkontribusi pada kegiatan kesejahteraan sosial di daerah tersebut.
Anggrek
Sumber: https://baolongan.vn/vuon-len-tu-gian-kho-a198123.html






Komentar (0)