Dalam latar tersebut, manusia tampak kecil, kesepian, hidup dalam kesedihan yang mendalam dan mendambakan untuk melepaskan diri dari keterbatasan yang tak terlihat. Cerpen-cerpen dalam kumpulan ini sebagian besar tanpa klimaks atau drama; itu hanyalah kisah-kisah biasa, namun tetap mampu menyentuh hati pembaca.

Kehidupan para tokoh dalam "The Smoke Riders" selalu genting dan rapuh di tengah perubahan takdir yang tak terduga. Mereka hampir tidak pernah siap menghadapi perubahan ini. Ketika kemalangan menimpa, mereka hanya bisa diam-diam bertahan dan menerimanya. Nguyen Thi Kim Hoa mendedikasikan sebagian besar ceritanya untuk menulis tentang perempuan pekerja biasa, individu kecil namun tangguh yang diam-diam berkorban untuk orang yang mereka cintai dan komunitas mereka. Seperti ibu dalam cerita "On the Grassland," yang tidak pernah membayangkan hari di mana ia akan meninggal dunia, hanya agar anak-anaknya "tidak lagi mendengarkan" dan mengembalikan masa lalu kepada ayah mereka. Sang ayah – seorang tentara dari Hanoi – menderita malaria parah di hutan, terpisah dari unitnya, dan diselamatkan dalam keadaan amnesia. Sejak hari itu, ia dengan hati-hati menyembunyikan semua kenangan lamanya, memikul beban rumah tangga dan melindunginya dari kenangan menyakitkan apa pun.
Dalam cerita "Kehidupan di Tengah Badai," wanita itu lebih memilih menolak kasih sayang sang Koki daripada memulai hubungan yang ia tahu tidak akan pernah berakhir baik. Penolakan ini bukanlah sikap dingin, melainkan cara baginya untuk mempertahankan kedamaian yang rapuh di tengah kehidupan yang penuh gejolak. Sang ibu dalam "Angin yang Berlawanan" mengorbankan naluri kewanitaannya, menyadari bahwa ia hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk putrinya. Sang ibu dalam "Matahari yang Terlahir Kembali" menjual seluruh tanahnya, menukarkan segalanya untuk menyelamatkan anaknya...
Kumpulan cerita pendek ini juga berfokus pada kesadaran kaum muda. Misalnya, cerita "Sinar Matahari Terlahir Kembali" mengisahkan seorang pemuda yang kembali ke kampung halamannya, mencari kenangan, dan berusaha melestarikan apa yang ditinggalkan leluhurnya, seperti ladang, makam kakeknya, dan masa kecilnya... Dalam konteks di mana orang-orang hidup pragmatis, mengeksploitasi lahan dan tambang pasir untuk makanan dan kekayaan, tetapi melupakan nilai-nilai akar mereka, penulis Nguyen Thi Kim Hoa menekankan nilai asal usul dan hubungan antara generasi ini dan generasi sebelumnya. Citra "sinar matahari terlahir kembali" melambangkan kebangkitan tokoh utama. Meskipun mengalami banyak kehilangan dan penderitaan, orang tersebut bangkit untuk melindungi apa yang paling berarti baginya: cinta kepada keluarga dan tanah air.
Cerpen-cerpen karya Nguyen Thi Kim Hoa sederhana, dan karakter-karakter dalam setiap cerita juga sederhana dan biasa. Mereka tidak memiliki nama yang jelas, tetapi disebut oleh penulis menggunakan nama-nama yang membangkitkan emosi seperti "Ca Chon," "Nghiem Tuc," "Shen De," "Dao Mai," "Dau Phong Luoc," "Da Den,"... atau kata ganti akrab seperti "aku," "dia," "ibu," "ayah," "nenek"... Hal ini membuat setiap karakter menjadi konkret sekaligus seperti bayangan orang-orang di sekitar kita, kehidupan kecil, namun penuh aspirasi untuk bangkit, untuk meraih matahari, dengan keyakinan akan kehidupan yang lebih baik.
Sumber: https://hanoimoi.vn/vuon-ve-phia-nang-722751.html






Komentar (0)