Pemerintah baru saja mengeluarkan Resolusi No. 29/2026/NQ-CP tentang uji coba sejumlah kebijakan untuk menerapkan peta jalan penggunaan bensin E10, berlaku mulai 16 Juni 2026 hingga 15 Juni 2028.
Poin terpenting dari Resolusi ini adalah dimasukkannya bensin E10 RON95-III ke dalam mekanisme pengaturan harga negara, menggantikan peran bensin RON95-III. Dengan demikian, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Keuangan akan menentukan unsur-unsur penyusunnya dan mengumumkan harga dasar yang akan menjadi landasan pengaturan harga ritel di pasar.

Sebelumnya, setelah setiap periode penyesuaian harga bahan bakar, perusahaan-perusahaan akan secara independen menyesuaikan harga bensin E10 berdasarkan harga produk minyak bumi yang diumumkan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementerian Keuangan. Dengan mekanisme baru ini, harga dasar bensin E10 akan ditentukan secara langsung, sama seperti produk minyak bumi utama lainnya.
Berdasarkan Resolusi tersebut, harga dasar bensin E10 RON95-III ditentukan dari beberapa faktor, termasuk harga bensin RON95 di pasar dunia, harga etanol bahan bakar, biaya pengiriman bensin ke Vietnam, biaya operasional, margin keuntungan standar, dan biaya terkait lainnya.
Harga bensin RON95 dunia akan ditentukan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan berdasarkan harga transaksi internasional rata-rata antara dua periode penyesuaian harga. Sementara itu, harga etanol – komponen yang membentuk bio-bensin E10 – akan ditentukan dan diumumkan oleh Kementerian Keuangan untuk dimasukkan dalam rumus perhitungan harga.
Resolusi tersebut juga menugaskan Kementerian Keuangan untuk memimpin peninjauan dan pembaruan biaya aktual yang dikeluarkan selama bisnis bensin E10 guna menyempurnakan formula penetapan harga selama periode uji coba.
Bersamaan dengan mekanisme penetapan harga yang baru, Pemerintah mewajibkan para pedagang grosir minyak bumi untuk melaporkan data yang lengkap dan akurat terkait biaya dan operasi bisnis bensin E10, dan bertanggung jawab secara hukum atas kebenaran informasi yang diberikan.
Perubahan mekanisme operasional ini terjadi di tengah pesatnya perkembangan bensin E10 yang menjadi produk dominan di pasar. Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, hanya 15 hari setelah peluncuran nasional, konsumsi bensin E10 mencapai hampir 500 juta liter, yang mencakup lebih dari 92% dari total konsumsi bio-bensin di negara tersebut. Sementara itu, konsumsi bensin E5 hanya mencapai sekitar 40 juta liter.
Untuk memastikan transisi yang lancar, pemerintah juga mendorong bisnis untuk membuang seluruh persediaan bensin tanpa timbal yang ada sebelum tanggal 31 Juli. Secara bersamaan, kementerian dan lembaga terkait ditugaskan untuk meneliti kebijakan pajak, mengembangkan area bahan baku etanol, meningkatkan infrastruktur penyimpanan, dan memperkuat pengendalian mutu bahan bakar nabati.
Para ahli percaya bahwa memasukkan bensin E10 dalam mekanisme pengumuman harga resmi merupakan langkah penting menuju penyempurnaan pasar biofuel, menciptakan dasar untuk memperluas penggunaan bensin E10, mengurangi emisi, dan secara bertahap menggantikan bensin mineral tradisional di masa depan.
Sumber: https://baovanhoa.vn/kinh-te/xang-e10-thay-ron95-trong-dieu-hanh-gia-237951.html










