Membangun ekosistem ekonomi untuk lotus
Dalam sambutannya di lokakarya tersebut, Bapak Nguyen Hung Trang, Sekretaris Komite Partai dan Ketua Dewan Rakyat Kelurahan Cao Lanh, menekankan bahwa selama beberapa generasi, bunga teratai tidak hanya menjadi bunga khas tetapi juga telah menjadi identitas, sistem nilai budaya, dan simbol aspirasi masyarakat Dong Thap. Selama bertahun-tahun, industri teratai telah mengalami kemajuan pesat dengan area produksi yang terkonsentrasi, model pariwisata berbasis komunitas, dan terutama dengan perlindungan indikasi geografis yang diberikan kepada produk-produk teratai.
Namun, Bapak Nguyen Hung Trang dengan jujur mengakui bahwa hasil ini hanyalah permulaan. Potensi dan ruang pertumbuhan teratai masih sangat besar, tetapi selama ini kita terbiasa memandang teratai dari perspektif produk pertanian semata, sementara dunia semakin menghargai aset tak berwujudnya.

“Sudah saatnya kita memperluas pendekatan kita, beralih dari pola pikir pengembangan produk ke pola pikir yang berfokus pada pembangunan ekosistem ekonomi teratai. Ini harus melibatkan produksi, pengolahan, pariwisata, budaya, layanan kesehatan, dan teknologi digital yang bekerja sama untuk menciptakan nilai, sehingga setiap hektar teratai tidak hanya menghasilkan produk pertanian tetapi juga menumbuhkan kebanggaan pada tanah Teratai Merah Muda,” tegas Bapak Trang.
Untuk mewujudkan tujuan ini, kepala Komite Partai Distrik Cao Lanh percaya bahwa industri teratai di Dong Thap perlu menerapkan tiga transformasi penting. Pertama, perlu beralih dari pengembangan ekstensif ke intensif, menggunakan kualitas, standar, branding, dan kepercayaan pasar sebagai dasar daya saing. Kedua, perlu beralih dari pola pikir produksi pertanian ke pola pikir ekonomi pertanian, menata ulang rantai nilai sesuai permintaan pasar alih-alih hanya berfokus pada produksi. Terakhir, perlu beralih dari bercerita melalui emosi ke bercerita melalui data; setiap area penanaman, setiap produk, dan setiap produsen perlu didigitalisasi, memiliki keterlacakan yang jelas, dan mampu menceritakan kisahnya sendiri melalui gambar, video, kode QR, dan platform digital modern.
Ketika "Infrastruktur Lunak" Bergandengan Tangan dengan Teknologi Pemrosesan
Sejalan dengan perspektif di atas, para ahli dan ilmuwan telah mengusulkan banyak solusi spesifik untuk mewujudkan rantai nilai. Dari perspektif manajemen, Bapak Do Trong Tuong – Wakil Direktur Departemen Sains dan Teknologi Provinsi Dong Thap – mengidentifikasi indikasi geografis "Dong Thap" sebagai "infrastruktur lunak" yang penting. Pemanfaatan infrastruktur ini secara efektif akan membantu mengubah teratai dari produk pertanian khas menjadi simbol ekonomi dan budaya dengan daya saing tinggi di pasar.

Untuk mengoptimalkan "infrastruktur lunak" ini, Profesor Madya Dr. Nguyen Minh Chon (Universitas Can Tho) membagikan solusi teknis untuk meningkatkan kualitas biji teratai segar melalui peningkatan teknik budidaya. Bersamaan dengan itu, para ahli mencatat bahwa industri teratai perlu beralih dari mengeksploitasi produk segar dan lebih mendalami teknologi pengeringan suhu rendah, mengekstrak bahan aktif, dan mengubah biji, embrio, daun, umbi, dan bunga teratai menjadi bahan baku untuk produk obat standar, makanan fungsional, dan bio-kosmetik.
Berdasarkan pengalaman bisnis mereka, perwakilan dari Lotus Healthy Food Co., Ltd. dan Sen Le Bo Household Business menegaskan bahwa, dengan investasi dalam teknologi pengolahan sirkular, setiap bagian tanaman lotus, dari batang dan daun hingga polong biji, dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi yang melayani industri kreatif dan perawatan kesehatan.

Menjelajahi ruang digital
Salah satu poin penting dari lokakarya tersebut adalah tantangan dalam merevitalisasi pariwisata dan layanan perdagangan berbasis platform digital. Pakar Phan Yen Ly menyarankan agar Dong Thap perlu beralih dari model pariwisata bertema teratai yang sederhana ke pembangunan ekosistem pengalaman multi-nilai. Dalam ekosistem ini, kisah perjalanan teratai dari daerah penanaman dan petani hingga produk OCOP berfungsi sebagai benang merah untuk mempertahankan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di era digital, kisah teratai perlu diberi sayap oleh teknologi. Para ahli di lokakarya sepakat bahwa, selain menerapkan kode QR untuk ketertelusuran, industri teratai di Dong Thap harus proaktif membangun basis data area penanaman, mengembangkan konten digital, pemasaran multi-saluran, dan menerapkan kecerdasan buatan (AI) dalam promosi produk. Industri teratai tidak hanya membutuhkan produk yang bagus, tetapi juga perlu tahu bagaimana "menceritakan kisah mereknya" menggunakan data untuk menjangkau konsumen global.
Sumber: https://tienphong.vn/xay-dung-he-sinh-thai-kinh-te-sen-dat-sen-hong-post1853162.tpo








