Aku merasa kasihan padamu yang berdiri di sana, dengan bayangan bulat di kakimu.
Berbaring di sana, mendengarkan sensasi geli di kulitku.
Mengulurkan tangan untuk meraih awan yang berlalu di alam duniawi.
Pegunungan tinggi, gumpalan asap melayang dengan malas.
Suara malam yang perlahan memudar mengungkapkan sosok asing.
Bulan yang terbenam memancarkan cahayanya yang berkilauan.
Tetesan embun mengetuk dengan ragu-ragu di atap yang berlumut.
Kemarin saya berjalan di tengah hujan siang hari.
Jalan itu masih basah oleh jejak cinta masa lalu.
Menatap genangan air berwarna hijau pucat.
Wajahku meringis saat aku terhuyung-huyung pulang.
Mampirlah ke Tùng untuk secangkir kopi.
Tetesan cinta, tetesan kerinduan, mabuk gairah yang memabukkan.
Gadisku tersayang dari Da Lat - kau sangat cantik.
Tolong jangan menghilang di bawah fajar - bunga.
Sumber: https://baolamdong.vn/van-hoa-nghe-thuat/202505/xin-dung-bien-mat-duoi-binh-minh-hoa-8480bad/






Komentar (0)