Vasep melaporkan bahwa China terus menjadi pasar terbesar, dengan omzet sebesar 288 juta dolar AS, meningkat 125% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Permintaan udang untuk konsumsi domestik dan liburan 1-5 Mei melonjak, dengan lobster dan udang macan menjadi sangat populer.
Pasar konsumen terbesar kedua adalah AS, dengan pertumbuhan 11%, mencapai $134 juta. Ini juga merupakan pasar dengan harga ekspor tertinggi, rata-rata $10,9 per kg untuk udang kaki putih dan $17,7 per kg untuk udang macan, lebih stabil dibandingkan pasar lainnya.
Pasar Uni Eropa juga positif, menghasilkan pendapatan sebesar 107 juta dolar AS, meningkat 33%. Jepang dan Korea Selatan mencatat tingkat pertumbuhan masing-masing 20% dan 16%, mencapai 124 juta dolar AS dan 77 juta dolar AS. Di Jepang, produk udang olahan dan beku yang praktis sangat populer.
Menilai situasi ke depan, Vasep meyakini bahwa tarif balasan AS ditangguhkan sementara tetapi masih memberikan tekanan pada industri udang, karena pasar ini menyumbang sekitar 20% dari nilai ekspor, setara dengan $800 juta hingga $1 miliar setiap tahunnya.
Selain itu, udang Vietnam menghadapi dua gugatan anti-dumping (AD) dan bea masuk penyeimbang (CVD) di AS. Meskipun tarif CVD saat ini adalah 2,84%, lebih rendah daripada India (5,77%) dan Ekuador (3,78%), peraturan ketat tentang asal dan kualitas produk dapat meningkatkan biaya kepatuhan, yang berdampak pada profitabilitas.
Untuk mencapai target omzet ekspor sebesar 4 miliar dolar AS tahun ini, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup menekankan pentingnya menyelaraskan solusi: memperkuat promosi perdagangan di pameran internasional, berinvestasi dalam teknologi pengolahan, dan melakukan standardisasi sesuai standar internasional (FDA, ASC, MSC).
Vietnam juga aktif bernegosiasi dengan AS, sekaligus memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas seperti CPTPP dan EVFTA untuk mendiversifikasi pasarnya. Pengetatan kontrol atas rantai pasokan dan peningkatan impor dari AS juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mengurangi tekanan dari kebijakan proteksionis Washington, menurut VASEP.
Sumber: https://baoquangninh.vn/xuat-khau-tom-tang-manh-3355943.html







Komentar (0)