Coco Chanel adalah salah satu perancang busana terhebat dalam sejarah mode dunia.
Sebagai salah satu desainer paling terkenal di dunia , Gabrielle Chanel mempelopori gaya minimalis dan kasual serta dikenal karena membebaskan wanita dari korset dengan merancang busana yang lebih modern dan canggih. Chanel, yang dikenal dengan julukan Coco, tetap sangat berpengaruh hingga saat ini, 51 tahun setelah kematiannya, karena dampaknya yang abadi pada dunia mode.
Sebagai putri seorang tukang cuci dan pedagang kaki lima, Chanel tidak selalu memiliki kehidupan yang mudah dan damai. Ia ditempatkan di panti asuhan bersama adik perempuannya yang berusia 12 tahun, Gabrielle. Karena panti asuhan tersebut merupakan lembaga pendidikan yang ketat, Gabrielle mengembangkan rutinitas yang sangat disiplin, tetapi di sanalah ia belajar menjahit.

Gabrielle meninggalkan panti asuhan dan pindah ke sekolah berasrama putri Katolik di Moulins, sebuah wilayah di Prancis. Untuk menafkahi dirinya sendiri secara finansial, calon desainer ini mulai bekerja sebagai pelayan dan penyanyi di kedai-kedai minuman, di mana ia menjadi terkenal karena menyanyikan lagu "Qui qu'a vu Coco?". Inilah asal mula julukan Coco, yang juga berarti "sayang" dalam bahasa Prancis.
Di bar inilah Coco juga bertemu dengan orang-orang yang penting bagi masa depannya di dunia mode: di antaranya Etienne Balsan, yang membantunya menjual topi di apartemen pinjaman. Bertahun-tahun kemudian, Coco membuka studio dan dengan cepat menjadi terkenal sebagai seorang desainer, reputasi yang terus berkembang.
Gabrielle "Coco" Chanel meninggal pada usia 87 tahun pada tahun 1971. Pada Mei 2021, parfumnya, Chanel No. 5, merayakan satu abad penciptaannya, dan tetap menjadi klasik abadi.

Coco Chanel tumbuh di era di mana wanita harus mengenakan pakaian yang pas di badan, tetapi ia memiliki visi yang berbeda. Tujuan Chanel adalah merancang pakaian mewah, modis namun nyaman, yang terinspirasi oleh pakaian pria dan kebutuhan praktis.
Coco Chanel terkenal karena banyak hal—kekayaan, kesuksesan, kontroversi—tetapi yang membuatnya paling berpengaruh adalah desainnya yang pemberontak namun sangat modis. Chanel mendekati dunia mode dengan cara yang berbeda dari desainer lain pada saat itu. Ia membuat pakaian menjadi modis, indah, dan nyaman. Ia memilih warna hitam yang suram dan menjadikannya elegan; ia mengambil pakaian pria dan menerapkannya pada pakaian wanita. Ia menentang batasan dan mendorong wanita untuk melakukan hal yang sama—dalam mode, dan di bidang lainnya.
Hoai Huong (menurut 24h.com.vn)
Sumber






Komentar (0)