
Layang-layang zaman kanak-kanak. Foto ilustrasi: D.KC
Saya masih ingat dengan jelas perasaan mengujakan ketika berkumpul bersama rakan-rakan rapat saya, sibuk membuat layang-layang. Tangan kami yang kecil dan kekok menyimpan begitu banyak kegembiraan dan penantian nakal untuk "penerbangan" yang akan datang. Kemudian tiba saat yang mendebarkan apabila layang-layang itu perlahan-lahan dilepaskan ke udara, meluncur perlahan-lahan dan secara beransur-ansur menguasai langit biru yang luas dan tidak berkesudahan. Pada saat itu, setiap tali layang-layang kecil, yang terletak di tangan kami, seolah-olah berubah menjadi benang yang tidak kelihatan, satu hubungan ajaib yang menghubungkan jiwa muda kami dengan langit yang bebas, dengan impian kami yang tidak terbatas dan melambung tinggi.
Bunyi siulan layang-layang, alunan merdu, simfoni lembut desa yang damai. Bunyi itu meresap ke setiap pelosok jiwa muda, menenangkan kerisauan kecil dan melukiskan gambaran yang tenang dan murni yang menggetarkan hati. Setiap kali seseorang memandang layang-layang, penuh angin, berlegar-legar di udara dengan anggun, kegembiraan yang tidak terkatakan menyelubungi diri. Seolah-olah semua kebimbangan dan kerisauan zaman kanak-kanak lenyap bersama layang-layang, perlahan-lahan hanyut menuju ufuk.
Layang-layang zaman kanak-kanak bukan sekadar permainan yang mudah, tetapi juga teman senyap, menyaksikan ledakan tawa yang tidak terkira banyaknya seperti mercun, titisan peluh yang tidak terkira banyaknya di wajah-wajah yang polos, dan impian yang sederhana namun membara, kerinduan untuk meneroka dunia yang luas di seberang sana. Kemudian, seiring berjalannya waktu, dan setiap anak zaman dahulu telah menjadi dewasa yang dibebani dengan kerisauan, setiap kali mereka secara tidak disangka-sangka bertemu dengan gambaran layang-layang yang melayang di langit yang biasa, kerinduan yang mendalam dan nostalgia yang tidak henti-henti untuk hari-hari yang polos dan jernih itu berputik di hati mereka. Layang-layang itu, walaupun pudar dimakan waktu, akan selamanya kekal sebagai bahagian indah dalam kenangan mereka, harta karun yang berharga, api hangat yang menemani mereka sepanjang hidup mereka.
Hua Xia
Sumber: https://baocamau.vn/ban-hoa-tau-ky-uc-a99254.html










