Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

3 hal yang dibutuhkan Rusia dari China

VHO - Kunjungan Presiden Putin ke China berlangsung segera setelah kunjungan Presiden Trump, di mana AS mengumumkan bahwa mereka telah mencapai banyak hasil dalam diplomasi dan perdagangan.

Báo Văn HóaBáo Văn Hóa21/05/2026

Segera setelah Gedung Putih mengumumkan serangkaian perjanjian perdagangan dan diplomatik penting yang dicapai selama kunjungan Presiden AS Donald Trump, Beijing terus menjadi pusat perhatian di panggung geopolitik global dengan kunjungan kenegaraan dua hari oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut CNBC, perjalanan ini bukan hanya simbol hubungan bilateral yang bersahabat, tetapi juga mencerminkan ambisi Kremlin untuk mencari komitmen penting di bidang perdagangan dan energi guna mengurangi tekanan isolasi ekonomi .

Para analis meyakini ada tiga area strategis utama yang akan memainkan peran penting dalam agenda pemimpin Rusia kali ini.

3 hal yang dibutuhkan Rusia dari China - gambar 1
Presiden Rusia Vladimir Putin disambut oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Beijing. Foto: AP

Hubungan geopolitik

Menurut Ed Price, seorang peneliti senior non-residen di Universitas New York, kunjungan Putin ke Beijing beberapa hari setelah kunjungan Trump bukanlah suatu kebetulan.

Ia berpendapat bahwa Presiden Putin ingin mengirim pesan kepada AS bahwa Rusia memiliki hubungan yang lebih dekat dan lebih intim dengan China.

Price mencatat bahwa Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah membina hubungan dekat selama lebih dari satu dekade. Oleh karena itu, presiden Rusia ingin menegaskan kembali posisi Moskow sebagai sekutu geopolitik terdekat Beijing, sekaligus mencari dukungan diplomatik dari Tiongkok terkait perang di Ukraina.

Menurut Price, Putin sedang mengejar strategi jangka panjang untuk mendekatkan China dengan Rusia sekaligus menangkal apa yang ia anggap sebagai ancaman dari NATO di Eropa Timur.

hubungan energi Rusia-China

Sejak pecahnya konflik Ukraina, Rusia telah menghadapi sanksi internasional yang ketat dan kehilangan sebagian besar pasar ekspor energi tradisionalnya di Eropa.

Hal ini memaksa Moskow untuk mengalihkan ekspor minyak dan gasnya ke Asia, membuat Rusia semakin bergantung pada dua pelanggan utamanya, India dan China. Pergeseran ini juga secara signifikan mengubah keseimbangan kekuatan dalam hubungan energi Rusia-China ke arah Beijing.

Salah satu tujuan terbesar Putin dalam kunjungan ini adalah untuk mendorong persetujuan proyek pipa gas Power of Siberia 2. Jika disetujui, proyek ini dapat membantu Rusia menggandakan ekspor gasnya ke China, sehingga sebagian mengimbangi penurunan dari pasar Eropa.

3 hal yang dibutuhkan Rusia dari China - gambar 2
Presiden Putin dan Presiden Xi Jinping menghadiri pertemuan minum teh pada tahun 2025. Foto: Reuters

Namun, Beijing tidak terburu-buru. Sergei Guriev, kepala London Business School, percaya bahwa Rusia jauh lebih membutuhkan proyek ini daripada China.

Menurut Guriev, berkat sumber pasokan yang beragam dan cadangan energi yang besar, China memiliki keunggulan dalam negosiasi. Beijing dapat memperpanjang proses persetujuan untuk menekan harga, sementara pasar energi global menunggu tanda-tanda pendinginan dari Timur Tengah.

Hubungan perdagangan

Dari posisi di mana Uni Eropa merupakan mitra ekonomi terbesarnya, Rusia telah melakukan perubahan dramatis menuju Tiongkok. Dalam empat tahun terakhir, perdagangan antara Moskow dan Beijing telah berlipat ganda, menjadikan Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar Rusia.

Presiden Putin mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari serangkaian pertemuan dan pertukaran rutin antara kedua negara.

Menurut kantor berita TASS, Putin menekankan bahwa kunjungan dan pembicaraan tingkat tinggi antara Rusia dan China memainkan peran penting dalam mempromosikan hubungan bilateral dan menjajaki potensi kerja sama antara kedua negara.

Namun, para analis meyakini bahwa Rusia akan terus berupaya memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan dengan China di berbagai sektor.

Bapak Guriev mencatat bahwa kunjungan tersebut sangat penting bagi Rusia mengingat meningkatnya ketergantungan negara itu pada China untuk teknologi, barang konsumsi, dan produk manufaktur.

Menurut Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyelesaikan pertemuan pertama mereka dan sekarang menghadiri sesi yang lebih luas.

Putin memberikan penilaian positif terhadap putaran pertama pembicaraan dan mengatakan kedua pemimpin telah berkomitmen untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral.

Berikut poin-poin penting yang ditekankan oleh Bapak Putin:

- Negosiasi tersebut “sangat penting”

Kemitraan Rusia-China adalah model yang positif.

- Kedua negara bertujuan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat Rusia dan Tiongkok.

Moskow dan Beijing akan terus memperluas kerja sama.

- Kedua pihak akan meningkatkan koordinasi di forum internasional.

Sumber: https://baovanhoa.vn/the-gioi/3-dieu-nga-can-o-trung-quoc-229793.html


Topik: Rusia

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Abadikan gambar-gambar yang menakjubkan.

Abadikan gambar-gambar yang menakjubkan.

foto ibu dan bayi

foto ibu dan bayi

Hobi di usia tua

Hobi di usia tua