Liburan musim panas adalah waktu di mana anak-anak lebih sering berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan, berenang, dan bermain daripada biasanya. Cuaca panas, lingkungan berdebu, atau kebiasaan kebersihan mata yang tidak tepat meningkatkan risiko penyakit dan cedera mata. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan komplikasi dan memengaruhi penglihatan jika tidak segera diobati.
![]() |
Dokter Phuc memeriksa mata seorang gadis kecil. |
Dr. Duong Minh Phuc, M.Sc., dari Pusat Mata Teknologi Tinggi di Rumah Sakit Umum Tam Anh di Kota Ho Chi Minh , menunjukkan empat masalah mata umum pada anak-anak dan menyarankan orang tua untuk mewaspadainya.
Konjungtivitis (mata merah)
Konjungtivitis (mata merah) adalah peradangan pada selaput transparan yang menutupi bagian putih mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata yang disebabkan oleh debu, bakteri, virus, atau alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, dan tungau debu. Kondisi ini biasanya menyebabkan kemerahan, nyeri, dan keluarnya air mata. Meskipun sebagian besar kasus bersifat jinak, pengobatan yang tidak tepat dapat memengaruhi kornea dan penglihatan.
Konjungtivitis mudah menular melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan cairan mata dari orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan untuk membatasi kebiasaan anak menggosok mata, mendorong sering mencuci tangan, dan menghindari berbagi handuk. Saat bermain di tempat umum, perhatikan kebersihan mata, dan bilas mata dengan air bersih atau larutan garam jika terpapar banyak debu dan kotoran.
Blefaritis
Ini adalah blefaritis, yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan bakteri berlebihan, gangguan kelenjar minyak di kelopak mata, atau kondisi dermatologis seperti dermatitis seboroik. Gejalanya meliputi gatal, rasa terbakar, rasa perih, kemerahan pada tepi kelopak mata, kulit robek atau mengelupas di sekitar kelopak mata, dan bulu mata saling menempel karena keluarnya cairan. Blefaritis dapat berkembang menjadi jaringan parut, bintik mata, kalazion, atau kerusakan kornea.
Untuk mencegah hal ini, orang tua harus memastikan anak-anak mereka membersihkan kelopak mata setiap hari, menghindari menggosok mata, dan sering mencuci tangan. Jika muncul gejala yang tidak biasa, anak-anak harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan tepat waktu.
Bintik mata, kalazion
Bintik mata dan kalazion adalah kondisi di mana kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat atau terinfeksi, menyebabkan pembengkakan, iritasi, dan nyeri. Bintik mata biasanya memiliki kepala nanah berwarna putih dan lebih menyakitkan, sedangkan kalazion berkembang perlahan dan kurang menyakitkan. Sebagian besar kasus bersifat jinak, tetapi dapat memengaruhi penglihatan atau estetika jika sering kambuh atau membesar.
Ketika anak mengalami bintik mata atau kalazion, orang tua tidak boleh mencoba memencet atau menusuk pembengkakan tersebut sendiri, karena hal ini dapat dengan mudah menyebarkan infeksi. Mengompres kelopak mata dengan air hangat beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi pembengkakan. Jika gejalanya menetap, menyebabkan rasa sakit yang signifikan, atau memengaruhi penglihatan, anak harus dibawa ke dokter.
Dr. Phuc menyarankan bahwa ketika anak-anak menunjukkan gejala yang tidak biasa, orang tua harus membawa mereka ke dokter mata. Orang tua tidak boleh membeli obat tetes mata atau mengobati sendiri untuk mencegah kondisi memburuk, meningkatkan risiko komplikasi, dan memengaruhi penglihatan anak.
Sumber: https://baobacninhtv.vn/4-benh-mat-thuong-gap-o-tre-dip-he-postid448730.bbg








