
Sertifikat donor darah sukarela ini mencatat perjalanan donor darah Bapak Duong Quoc Tinh. Foto: TUONG VI
Kesan pertama saya terhadap Bapak Tinh adalah perawakannya yang tinggi, senyumnya yang lembut, dan sikapnya yang ramah dan tulus. Mengingat pengalaman pertamanya mendonorkan darah secara sukarela pada tahun 2018, ketika ia baru berusia 18 tahun, Bapak Tinh masih ingat perasaan gugup dan cemas. Sebelum mendonorkan darah, ia merasa khawatir, penasaran sekaligus takut pada jarum suntik. Namun, setelah didorong dan dibimbing oleh dokter dan perawat, kecemasannya perlahan-lahan berubah menjadi rasa tenang. Bapak Tinh berbagi: “Setelah donor darah pertama saya, saya merasa lebih rileks dan nafsu makan saya meningkat. Pengalaman itu membantu saya memahami bahwa donor darah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga cara bagi tubuh untuk 'diperbarui'. Dari pengalaman ragu-ragu pertama itu, saya membentuk kebiasaan mendonorkan darah secara teratur dan telah terlibat dalam kegiatan ini selama hampir 10 tahun.”
Selain berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sukarela yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat, Bapak Tinh juga mendaftar untuk mendonorkan darah secara darurat di fasilitas medis di seluruh provinsi. Ia meninggalkan nomor teleponnya di pusat-pusat kesehatan, Rumah Sakit Umum Kien Giang, dan fasilitas medis lainnya agar dapat memberikan bantuan tepat waktu jika terjadi transfusi darah darurat.
Di antara saat-saat ia dipanggil untuk mendonorkan darah secara mendesak, Bapak Tinh paling mengingat suatu malam, saat ia sedang tidur, ia menerima telepon dari fasilitas medis yang memberitahunya bahwa seorang pasien mengalami cedera serius dalam kecelakaan lalu lintas, kehilangan banyak darah, dan sangat membutuhkan transfusi darah. Tanpa ragu, ia langsung pergi ke rumah sakit untuk membantu. “Saat itu, saya hanya berpikir saya harus segera pergi, karena penundaan sekecil apa pun dapat memengaruhi nyawa pasien. Setelah donor darah darurat itu, mengetahui bahwa pasien sudah aman, saya merasa sangat lega dan bahagia. Itu bukan hanya donor darah, tetapi momen yang membantu saya memahami dengan jelas nilai berbagi,” ungkap Bapak Tinh.
Selain mendonorkan darah utuh, Bapak Tinh juga secara rutin mendonorkan trombosit. Menurutnya, ini adalah bentuk donasi yang lebih khusus, biasanya dilakukan ketika pasien membutuhkan suplementasi trombosit dalam situasi darurat atau selama perawatan penyakit serius, yang membutuhkan pasokan darah yang sesuai dan tepat waktu. Setelah setiap donasi darah atau trombosit, ia beristirahat secukupnya dan memastikan nutrisi yang tepat untuk membantu tubuhnya pulih dengan cepat. Ia menjaga pola makan seimbang, meningkatkan asupan makanan kaya zat besi, minum banyak air, dan menghindari pekerjaan berat segera setelah mendonorkan darah. Merawat kesehatannya setelah mendonorkan darah tidak hanya membantu menstabilkan tubuhnya tetapi juga memungkinkannya untuk mempertahankan perjalanan filantropinya yang panjang dan berkelanjutan.
Pada awal-awal Bapak Tinh melakukan donor darah sukarela, anggota keluarganya khawatir, takut hal itu dapat memengaruhi kesehatannya. Namun, seiring waktu, setelah memahami pentingnya donor darah dan melihat kesehatannya tetap stabil, keluarga tersebut secara bertahap merasa tenang dan mendukung.
Bapak Tinh juga aktif berbagi dan mendorong kerabat, teman, dan tetangganya untuk berpartisipasi dalam donor darah sukarela. “Setiap kali daerah setempat mengadakan kegiatan donor darah, saya sering mengajak kerabat, teman, dan tetangga saya untuk bergabung. Bagi saya mungkin hanya sekali mendonorkan darah, tetapi bagi pasien, itu adalah kesempatan bagi mereka untuk terus hidup. Oleh karena itu, saya selalu berusaha mendorong lebih banyak orang di sekitar saya untuk berpartisipasi, agar tindakan kebaikan ini dapat menyebar sedikit demi sedikit,” ungkap Bapak Tinh.
Berkat partisipasinya yang aktif dalam gerakan donor darah sukarela, Bapak Tinh telah berulang kali dipuji dan diapresiasi oleh pemerintah daerah dan organisasi Palang Merah di semua tingkatan, dan telah dihormati sebagai donor darah teladan. Pengakuan ini tidak hanya menyemangatinya tetapi juga memotivasinya untuk melanjutkan perjalanan berbagi darah dan menyebarkan kasih sayang di masyarakat.
TUONG VI
Sumber: https://baoangiang.com.vn/42-lan-trao-co-hoi-song-a490965.html









