1. Karakteristik dan kegunaan kunyit hitam
Kunyit hitam adalah tanaman herba, tingginya sekitar 1-1,5 m, dengan rimpang berbentuk kerucut yang memiliki alur memanjang. Umbinya menyebar membentuk pola seperti jaring, dan tanamannya tebal dan kokoh. Kulit umbinya berwarna kuning pucat; selain umbi utama, terdapat juga umbi sekunder dengan tangkai berbentuk telur atau buah pir, berwarna putih. Daunnya memiliki selubung yang membungkus batang di bagian bawah. Gugusan bunganya tumbuh horizontal dan biasanya muncul sebelum daun.
Umbi-umbian dipanen pada musim dingin. Saat dipanen, akar-akarnya dibuang, umbinya dikukus hingga matang, lalu dikeringkan. Terkadang umbi diiris tipis sebelum dikeringkan. Alternatif lain, kunyit hitam direndam dalam air dengan cuka (500g kunyit hitam + 250ml air dan 150ml cuka), kemudian direbus hingga cairannya menguap, diiris tipis, dan dikeringkan.
Tanaman kunyit hitam digunakan untuk membuat ramuan obat Curcuma longa.
Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok: Kunyit hitam memiliki rasa pedas dan pahit, bersifat hangat, dan masuk ke meridian hati; ia memiliki efek melarutkan stasis darah, meningkatkan sirkulasi darah, melarutkan benjolan, membersihkan menstruasi yang tersumbat, bermanfaat bagi usus dan lambung, dan menghilangkan panas lembap; ia mengobati nyeri dada dan perut, gangguan pencernaan, dan menstruasi tidak teratur.
Menurut penelitian medis modern: Kunyit hitam dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan dengan secara signifikan menghambat mediator inflamasi tertentu; membantu menyembuhkan tukak lambung, melindungi lambung, dan secara signifikan menurunkan pH lambung…
Selain itu, kunyit hitam juga dikenal dapat menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol LDL. Ini adalah jenis kolesterol yang menyebabkan dislipidemia, aterosklerosis, penyakit arteri koroner, dan stroke... sekaligus meningkatkan kolesterol baik, kolesterol HDL, menghambat agregasi trombosit, dan mencegah pembentukan trombosis.
Kunyit hitam juga berpengaruh terhadap Staphylococcus aureus, Corynebacterium amycolatum, Escherichia coli (bakteri penyebab diare), Candida albicans, dan Aspergillus ochraceus.
Kunyit hitam umumnya digunakan untuk mengobati sakit perut yang disebabkan oleh paparan dingin, gangguan pencernaan, amenore, dan stagnasi darah.
2. Pengobatan menggunakan kunyit hitam
Pencegahan dan pengobatan sakit perut akibat paparan dingin: 100 g kunyit hitam, 50 g kayu dupa; giling hingga menjadi bubuk halus; minum 3 g setiap kali dengan air cuka encer.
Pencegahan dan pengobatan sakit perut akibat amenore dan leukorea: 8 g kunyit hitam, 5 g Ligusticum chuanxiong, 10 g Rehmannia glutinosa, 10 g Paeonia lactiflora, 10 g Angelica dahurica; semuanya dihaluskan dan dicampur rata; minum 6 g tiga kali sehari, ditelan dengan air garam encer.
Pencegahan dan pengobatan gangguan menstruasi dan menoragia: 16g kunyit hitam, 16g motherwort; rebus dan minum sepanjang hari.
Untuk mendukung pengobatan tumor, kelenjar getah bening, dan penumpukan: Kunyit hitam, akar Achyranthes, dan akar angelica Cina, masing-masing 12g; rebus dan minum satu dosis per hari.
Untuk mengobati kekurangan gizi, kehilangan nafsu makan, perut kembung, dan sering buang air besar pada anak-anak, atau sakit perut, sembelit, dan sendawa pada orang dewasa: Gunakan 8g kunyit hitam dan 6g biji Cassia tora; rebus dan minum sepanjang hari.
Kontraindikasi: Tidak cocok untuk wanita hamil dan wanita dengan menstruasi berlebihan.
Sumber







Komentar (0)