Vitamin C adalah salah satu mikronutrien penting untuk perkembangan anak-anak. Karena tubuh tidak dapat mensintesis atau menyimpan vitamin C dalam jumlah besar sendiri, anak-anak perlu menerima nutrisi ini setiap hari melalui makanan mereka.
Memilih makanan yang kaya vitamin C tidak hanya membantu mencegah kekurangan vitamin C, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan anak secara keseluruhan.
Manfaat vitamin C untuk anak kecil
Menurut Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen – protein yang penting untuk perkembangan kulit, tulang, tulang rawan, ligamen, dan pembuluh darah. Vitamin C juga merupakan nutrisi yang mendukung penyembuhan luka dan menjaga pertumbuhan normal jaringan dalam tubuh.
Vitamin C juga dikenal karena perannya dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Asupan vitamin C yang cukup membantu sel-sel kekebalan tubuh berfungsi lebih efektif, sehingga mendukung tubuh dalam melawan patogen.
Selain itu, vitamin C adalah antioksidan kuat yang membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Nutrisi ini juga berkontribusi pada peningkatan penyerapan zat besi dari makanan nabati, sehingga mengurangi risiko anemia defisiensi zat besi – suatu kondisi yang cukup umum pada anak-anak.
Menurut rekomendasi NIH, kebutuhan vitamin C harian adalah:
- Anak usia 1-3 tahun: sekitar 15 mg
- Anak usia 4-8 tahun: sekitar 25 mg
- Anak-anak usia 9-13 tahun: sekitar 45 mg
Sebagian besar kebutuhan vitamin C dapat dipenuhi melalui diet yang kaya akan sayuran hijau dan buah-buahan segar.
![]() |
Jambu biji adalah salah satu makanan yang sangat kaya akan vitamin C, dan rasanya enak, manis, serta mudah dikonsumsi oleh anak kecil. Foto: Shutterstock. |
Makanan apa saja yang kaya akan vitamin C?
Banyak makanan umum mengandung vitamin C dalam jumlah melimpah dan cocok untuk anak kecil jika disiapkan dengan benar.
Jambu biji
Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), 100g jambu biji mengandung sekitar 228mg vitamin C, sekitar 2-3 kali lebih banyak daripada jeruk. Vitamin C dalam jambu biji membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung pembentukan kolagen, mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber nabati. Jambu biji yang matang dan lunak dapat dipotong-potong dan diberikan kepada anak-anak untuk dimakan langsung atau dibuat menjadi smoothie.
Kiwi
Kiwi juga merupakan salah satu buah yang sangat kaya akan vitamin C. 100g kiwi mengandung sekitar 92-93mg vitamin C, dan juga menyediakan serat, kalium, vitamin E, dan folat.
Kombinasi vitamin C dan antioksidan membantu mendukung sistem kekebalan tubuh, sementara serat yang melimpah berkontribusi pada peningkatan kesehatan usus. Dengan rasa manis dan asam alami serta daging buah yang lembut, kiwi merupakan pilihan yang tepat untuk ditambahkan ke camilan anak-anak.
Stroberi
Stroberi adalah buah favorit di kalangan banyak anak karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Setiap 100g stroberi menyediakan sekitar 58-59mg vitamin C, yang memenuhi sebagian besar kebutuhan harian anak.
Selain vitamin C, stroberi juga mengandung banyak antosianin – senyawa antioksidan yang memberikan warna merah khas pada buah – serta serat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan.
Oranye
Jeruk telah lama dianggap sebagai simbol vitamin C. Menurut Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), satu buah jeruk berukuran sedang dapat menyediakan sekitar 70 mg vitamin C, cukup untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan harian banyak anak kecil.
Selain vitamin C, jeruk juga mengandung kalium, folat, dan senyawa flavonoid dengan sifat antioksidan. Orang tua sebaiknya memprioritaskan memberikan anak-anak jeruk segar daripada hanya jus untuk memanfaatkan serat alami yang terdapat dalam potongan buah tersebut.
Brokoli
Brokoli juga merupakan makanan yang direkomendasikan oleh ahli gizi untuk dimasukkan secara teratur dalam diet anak-anak. Setiap 100g brokoli mengandung sekitar 89mg vitamin C, dan juga menyediakan vitamin K, folat, dan serat.
Brokoli adalah salah satu sayuran yang paling bergizi, menyediakan vitamin, mineral, dan antioksidan penting yang dibutuhkan untuk perkembangan anak yang sehat. Untuk meminimalkan kehilangan vitamin C, brokoli sebaiknya dikukus atau ditumis dengan cepat, bukan dimasak terlalu lama.
Sumber: https://znews.vn/5-thuc-pham-chua-luong-vitamin-c-doi-dao-post1665487.html









