Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan tinggi dan peningkatan kebersihan untuk mencegah penyakit, mengenali gejala sejak dini, dan membawa anak-anak untuk pemeriksaan medis tepat waktu.
4 tingkatan penyakit tangan, kaki, dan mulut, dari ringan hingga berat.
Gejala penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) pada anak-anak biasanya meliputi: demam ringan, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sakit tenggorokan, batuk, sakit perut, dan terutama ruam kulit. Ini adalah tanda khas HFMD.
Pada 1-2 hari pertama penyakit, anak-anak akan memiliki bintik-bintik kecil berwarna merah muda berdiameter beberapa milimeter yang muncul di kulit normal, yang kemudian berubah menjadi lepuh. Bintik-bintik merah ini sering muncul pada selaput lendir mulut, jari, telapak tangan, telapak kaki (oleh karena itu disebut Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut), dan bokong.
Dalam praktik medis, TCM (Pengobatan Tradisional Tiongkok) diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan untuk memudahkan pengobatan dan pemantauan. Oleh karena itu, TCM diklasifikasikan menjadi empat tingkatan utama, dari ringan hingga berat, berdasarkan tingkat kerusakan neurologis, kardiovaskular, dan pernapasan.
- Tahap 1 hanya melibatkan sariawan atau ruam kulit;
- Tahap 2 mulai menunjukkan komplikasi neurologis ringan seperti mudah terkejut, demam tinggi, dan lesu;
- Tingkat 3 melibatkan kerusakan sistem saraf otonom yang parah (denyut nadi cepat/lambat, berkeringat, pernapasan cepat);
- Tahap 4 adalah yang paling parah, berpotensi menyebabkan gagal pernapasan dan peredaran darah, syok, edema paru, sianosis, dan membutuhkan intervensi darurat segera.
Kelompok yang paling sering terkena dampak TCM (Pengobatan Tradisional Tiongkok) adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun.
7 cara mencegah penyakit tangan, kaki, dan mulut pada anak-anak
Penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah penyakit menular umum pada anak kecil, terutama rentan terhadap wabah. Meskipun sebagian besar kasus ringan, penyakit ini tetap membawa risiko komplikasi jika tidak dicegah dengan benar. Oleh karena itu, orang tua perlu secara proaktif menerapkan berbagai tindakan pencegahan untuk melindungi kesehatan anak-anak mereka. Berikut adalah 7 cara sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penyakit tangan, kaki, dan mulut pada anak-anak.
Cuci tangan dan kaki Anda hingga bersih.
Menjaga kebersihan pribadi adalah landasan terpenting dalam mencegah penyakit tangan, kaki, dan mulut. Anak-anak kecil sering menyentuh benda-benda di sekitar mereka dan memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke mulut, menciptakan kondisi bagi virus untuk masuk. Orang tua perlu menginstruksikan anak-anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain mainan, batuk atau bersin, atau setelah kontak dengan orang yang diduga menderita penyakit tersebut. Pada saat yang sama, memotong kuku pendek, mandi bersih setiap hari, dan sering mengganti pakaian membantu mengurangi risiko infeksi.
Memastikan kebersihan dan keamanan pangan.
Mengonsumsi makanan yang dimasak dan minum air yang direbus adalah prinsip penting untuk mencegah virus masuk melalui saluran pencernaan. Peralatan makan seperti mangkuk, sendok, dan cangkir harus dicuci bersih, dibilas dengan air panas, dan tidak boleh digunakan bersama. Sumber air rumah tangga harus bersih; batasi konsumsi makanan mentah, setengah matang, atau makanan yang tidak dapat diidentifikasi pada anak-anak. Pola makan sehat juga berkontribusi untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak.
Mainan, botol susu bayi, handuk, gagang pintu, meja, dan kursi adalah barang-barang yang sering disentuh anak-anak setiap hari dan dapat mengandung kuman. Orang tua harus membersihkan dan mendisinfeksi barang-barang tersebut secara teratur dengan larutan yang sesuai; cuci selimut, bantal, dan pakaian anak-anak secara terpisah dan jemur di bawah sinar matahari untuk membunuh virus.
Ruang hidup anak-anak perlu bersih, berventilasi baik, dan kering. Mengepel lantai secara teratur, membuang sampah, dan membuang popok dengan benar membantu membatasi penyebaran kuman. Lingkungan hidup yang bersih tidak hanya mencegah penyakit tangan, kaki, dan mulut, tetapi juga melindungi kesehatan anak secara keseluruhan.
Penyakit tangan, kaki, dan mulut ditularkan melalui sekresi pernapasan, lepuh, dan feses. Oleh karena itu, anak-anak harus menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi atau diduga terinfeksi; dan tidak boleh berbagi barang pribadi. Jika ada kasus di keluarga atau kelas, isolasi yang tepat dan peningkatan kebersihan sangat diperlukan.
Orang tua dan guru perlu mengamati anak-anak setiap hari. Ketika anak-anak menunjukkan gejala seperti demam, sariawan, atau ruam di tangan, kaki, dan bokong, mereka harus diistirahatkan dan segera dibawa ke dokter. Deteksi dini membantu mengurangi risiko komplikasi dan membatasi penyebaran penyakit.
Pola makan yang lengkap dan seimbang membantu anak-anak mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Sertakan banyak sayuran hijau, buah-buahan, dan makanan yang kaya vitamin A, C, D, dan seng; pastikan anak-anak minum cukup air, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik yang sesuai. Jika vaksin tersedia sesuai rekomendasi otoritas kesehatan , vaksinasi lengkap akan membantu mengurangi risiko penyakit dan komplikasi.
Penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) dapat menyebabkan beberapa komplikasi berbahaya seperti:
- Komplikasi neurologis (ensefalitis - meningitis);
- Komplikasi kardiovaskular (miokarditis);
- Komplikasi pernapasan (edema paru akut). Komplikasi berbahaya ini sering muncul lebih awal, sekitar hari kedua hingga kelima penyakit (terjadi selama tahap puncak), dan dapat berakibat fatal jika tidak dideteksi dan diobati dengan segera. Selain itu, Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (HFMD) dapat berbahaya bagi wanita hamil, karena infeksi selama tiga bulan pertama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Oleh karena itu, wanita hamil harus mengambil tindakan pencegahan dengan membatasi kontak dekat dengan orang yang menderita HFMD.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/7-cach-phong-benh-tay-chan-mieng-o-tre-em-169260112164421368.htm






Komentar (0)