Makanan dengan nilai gizi tinggi sering disebut sebagai 'makanan super'. Jadi, apa saja makanan-makanan tersebut?
1. Istilah "makanan super"
Istilah "superfood" digunakan untuk mendefinisikan makanan yang kaya akan nutrisi tertentu (antioksidan, vitamin, atau mineral) dan menawarkan manfaat kesehatan tambahan.
Namun, tidak ada definisi ilmiah yang diterima untuk superfood. Makanan diberi label "superfood" ketika ada klaim bahwa makanan tersebut menawarkan banyak manfaat kesehatan secara bersamaan atau membantu mencegah penyakit.
Istilah "superfood" diyakini menjadi populer pada awal abad ke-20 ketika sebuah perusahaan di seluruh dunia mengadopsi istilah tersebut dalam strategi pemasarannya. Perusahaan tersebut secara aktif memasarkan manfaat kesehatan pisang, mendorong orang untuk memasukkan buah ini ke dalam diet harian mereka dengan alasan bahwa pisang murah, mudah didapat, bergizi, mudah dicerna, dan dapat dikonsumsi baik dimasak maupun mentah. Kemudian, gagasan pisang sebagai superfood menjadi lebih luas karena dokter dan ahli gizi sangat memuji nilai gizinya.
Pisang dianggap sebagai makanan pertama yang disebut sebagai "makanan super".
Secara keseluruhan, beberapa makanan yang disebut sebagai superfood dapat memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat bersamaan dengan makanan bergizi lainnya. Yang penting adalah diet sehat tidak boleh hanya terdiri dari superfood, tetapi harus mencakup berbagai makanan sehat lainnya. Bahkan superfood pun sebaiknya hanya digunakan sebagai bagian dari diet sehat dan seimbang.
2. Bagaimana cara saya memasukkan makanan super ke dalam diet harian saya?
Saat memilih nutrisi terbaik untuk diet Anda, penting untuk diingat bahwa tidak ada satu pun makanan yang menyediakan semua nutrisi penting yang dibutuhkan untuk hidup sehat. Terlalu menekankan makanan super dapat menyebabkan pengabaian makanan sehat lainnya yang lebih kaya nutrisi.
Menurut "Sepuluh Rekomendasi untuk Gizi yang Tepat pada Tahun 2030" dari Kementerian Kesehatan , ditekankan bahwa masyarakat harus mengonsumsi makanan yang cukup, seimbang, dan beragam setiap hari; menggabungkan makanan hewani dan nabati dengan tepat; mengonsumsi makanan yang kaya mikronutrien setiap hari; dan menyertakan berbagai buah dan sayuran berwarna-warni. Bacalah informasi nutrisi pada label makanan dengan saksama sebelum membeli dan mengonsumsinya...
3. Apa itu "makanan super"?
Pola makan seimbang yang mencakup semua kelompok makanan, dengan memprioritaskan makanan sehat, meningkatkan kesehatan dan memperkuat kekebalan tubuh.
Meskipun beberapa makanan super terlalu dibesar-besarkan, sejumlah makanan diakui oleh banyak ahli nutrisi karena manfaat kesehatan dan nilai gizinya.
Berikut adalah daftar makanan yang menawarkan manfaat nutrisi dan baik untuk kesehatan Anda:
Buah beri: Buah yang kaya akan serat, antioksidan, dan nutrisi yang melawan penyakit.
Ikan: Ini adalah sumber protein dan asam lemak omega-3 yang kaya, yang sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular.
Sayuran berdaun hijau: Sayuran berdaun hijau gelap kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan senyawa tumbuhan bioaktif.
Kacang-kacangan: Misalnya, hazelnut, mete, pecan, almond, dan kenari merupakan sumber protein dan asam lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung.
Minyak zaitun: Minyak nabati ini merupakan sumber vitamin E, polifenol, dan asam lemak tak jenuh tunggal.
Biji-bijian utuh: Biji-bijian utuh merupakan sumber serat larut dan tidak larut, vitamin B, mineral, dan senyawa bioaktif tumbuhan.
Yogurt: Banyak varietas yang kaya akan kalsium, protein, dan bakteri bermanfaat (probiotik).
Kacang-kacangan seperti kacang merah, kedelai, lentil, buncis, dan kacang polong merupakan sumber protein nabati, serat, dan folat yang sangat baik.
Beberapa penelitian telah mengevaluasi manfaat kesehatan dari makanan super. Peptida bioaktif yang ditemukan dalam berbagai makanan pokok seperti jagung, kacang-kacangan, amaranth, quinoa, dan biji chia diketahui memiliki banyak khasiat, termasuk sifat antihipertensi, antikolesterol, antiinflamasi, antikanker, dan antioksidan. Oleh karena itu, makanan-makanan ini disebut sebagai "makanan super" dan sering dimasukkan dalam formulasi makanan.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan super sering kali terlalu dibesar-besarkan, dan data ilmiah yang mendukung khasiat pencegahan penyakit dari beberapa makanan super sebagian besar tidak konsisten dan tidak meyakinkan.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/8-loai-thuc-pham-xung-dang-la-sieu-thuc-pham-172250105230100808.htm






Komentar (0)