Berbeda dengan pangsit ketan Vietnam yang dibuat dengan air alkali, zongzi (zongzi Cina) berukuran lebih besar, dengan isian yang lebih kaya dan bumbu yang lebih beraroma. Bahan-bahan dasarnya meliputi beras ketan, jamur shiitake, daging babi atau lemak babi, yang dipadukan dengan telur bebek asin, udang kering, kacang hijau, biji teratai, kastanye, atau sosis Cina. Yang istimewa adalah setiap komunitas Tionghoa memiliki cara sendiri dalam menyiapkannya, sehingga menciptakan beragam cita rasa.
Bahan-bahan untuk membuat zongzi (pangsit beras) cukup beragam.
Orang Kanton biasanya menggunakan kacang hijau, daging babi, sosis Cina, dan beras ketan yang dicampur dengan minyak bawang putih dan bumbu secukupnya, sehingga menghasilkan kue yang lezat namun tidak terlalu kuat rasanya. Sementara itu, kue-kue ala Fujian dibedakan oleh warnanya yang cokelat tua karena beras ketan direndam dalam kecap dan bubuk lima rempah sebelum dibungkus. Isiannya seringkali meliputi kastanye, udang kering, kuning telur asin, dan bahkan abalon, yang memberikan rasa yang kaya dan khas.
Bagi masyarakat Teochew, zongzi (pangsit beras) adalah perpaduan lezat antara rasa gurih dan manis. Selain daging, jamur shiitake, dan udang kering, isiannya seringkali termasuk talas, kacang merah, atau biji teratai, menciptakan rasa yang kaya dan lembut yang unik. Zongzi Hainan, di sisi lain, mengesankan karena ukurannya yang sangat besar, dengan beras ketan yang digoreng dengan lada hitam dan kecap sebelum dibungkus.
Terlepas dari banyaknya variasi, semua jenis zongzi (pangsit beras) memiliki ciri umum berupa lapisan luar yang harum dan kenyal serta isian yang melimpah di dalamnya, yang melambangkan kelimpahan dan kemakmuran.
Seni membungkus pangsit mencerminkan identitas komunitas Tionghoa.
Seni membungkus kue memiliki identitas unik tersendiri.
Selain perbedaan rasa, zongzi (pangsit beras) juga menampilkan karakteristik uniknya melalui bentuknya. Orang-orang di Fujian sering membungkusnya dalam bentuk segitiga, orang-orang di Teochew membungkusnya dalam bentuk piramida, sementara orang-orang di Guangdong lebih menyukai bentuk persegi panjang atau yang bergaya.
Orang yang membungkus kue juga sangat memperhatikan detail untuk memastikan kue tersebut cantik dan lezat.
Sebelum dibungkus, beras ketan dan kacang direndam semalaman dengan rempah-rempah untuk memastikan butiran beras mengembang merata, menjadi lembut dan lentur, serta menyerap rasa. Ini adalah proses persiapan yang rumit, membutuhkan ketelitian dan keterampilan dari pembuat kue. Oleh karena itu, membungkus kue bukan hanya proses persiapan makanan tetapi juga kesempatan bagi anggota keluarga untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan melestarikan tradisi.
Kue ketan (bánh ú bá trạng) setelah dikeluarkan dari oven.
Dalam kehidupan komunitas Tionghoa di Ca Mau, zongzi (pangsit beras) telah lama melampaui makna sebagai hidangan perayaan. Zongzi juga merupakan hadiah yang sangat dihargai untuk kerabat dan teman selama Festival Perahu Naga. Bersama dengan anggur beras, pangsit beras air abu, buah-buahan, ayam rebus, atau babi panggang, untaian zongzi tersusun rapi di altar leluhur sebagai pengingat asal usul dan tradisi keluarga mereka.
Lam Khanh
Sumber: https://baocamau.vn/dac-sac-banh-u-ba-trang-a129899.html









