• "Desa pangsit beras" menjaga kerajinan ini tetap hidup.
  • Menyajikan kue ketan saat Festival Perahu Naga.
  • Festival Perahu Naga: Menikmati kelezatan kue beras "ba zhang".

Kue ini melambangkan kelimpahan.

Lebih dari sekadar hidangan tradisional, bánh ú bá trạng (pangsit beras ketan) juga merupakan simbol ikatan keluarga, penghormatan kepada leluhur, dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut tradisi Tiongkok, Festival Perahu Naga memperingati Qu Yuan, seorang menteri setia yang terkenal di Tiongkok kuno. Dari kisah ini, terbentuklah kebiasaan membungkus dan menikmati zongzi (pangsit beras) pada hari ke-5 bulan ke-5 kalender lunar, yang menjadi ciri budaya unik yang dilestarikan oleh masyarakat Tiongkok hingga saat ini.

Di komunitas Tionghoa Ca Mau , menjelang Festival Perahu Naga , banyak keluarga sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue tradisional ini. Kue-kue tersebut dibungkus dengan daun pisang, daun dong, atau daun bambu, tergantung ketersediaan setempat. Aroma daun segar, beras ketan, dan rempah-rempah khas memenuhi dapur, membangkitkan kenangan masa kecil dan perasaan hangat keluarga.