Kuil Thien Hau di Song Doc adalah salah satu tempat yang mempraktikkan pemujaan Dewi Gerbang.
Saat ini, pemujaan Dewa Gerbang tidak lagi sebesar dulu, terutama dilakukan dengan menyalakan dupa di depan pintu dan memberikan persembahan pada tanggal 2 dan 16 bulan lunar. Persembahan biasanya berupa buah-buahan, teh, anggur, dupa, dan lilin, yang menunjukkan ketulusan dalam berdoa memohon kedamaian.
Pemujaan Dewa Gerbang mewujudkan banyak nilai budaya Timur: dari konsepsi antropomorfik dewa dan penekanan pada harmoni, hingga kepercayaan bahwa kebaikan mengalahkan kejahatan dan aspirasi untuk perdamaian dalam komunitas. Dalam lingkungan multikultural seperti Ca Mau, kepercayaan ini berkontribusi pada identitas unik ruang arsitektur Tiongkok dan berfungsi sebagai materi penting untuk studi sejarah, budaya, dan pendidikan tradisional.
Gambar dua Dewa Gerbang di pintu Kuil Than Minh di lingkungan An Xuyen.
Meskipun telah disederhanakan seiring waktu, keberadaan patung singa batu, lukisan Dewa Gerbang, dan praktik ibadah masih menunjukkan bahwa kepercayaan ini belum pudar. Pemujaan Dewa Gerbang tidak hanya memperkaya kehidupan spiritual masyarakat Tionghoa tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik dalam pengembangan pariwisata budaya dan religi di Ca Mau.
Tempat untuk mempersembahkan dupa kepada dewa penjaga di pintu masuk kuil.
Melestarikan dan mempromosikan nilai tradisi pemujaan Dewa Gerbang sangat penting untuk menjaga identitas budaya masyarakat Tionghoa dan berkontribusi dalam memperkaya lanskap budaya yang beragam di Ca Mau dan wilayah selatan Vietnam.
Dang Minh
Sumber: https://baocamau.vn/tuc-tho-mon-than-cua-nguoi-hoa-a124562.html

Gambar kedua Dewa Gerbang menurut cerita rakyat.
Dewa penjaga digambarkan pada pintu Kuil Thien Hau.






Komentar (0)