
Pemain naturalisasi ilegal menyebabkan Malaysia kalah dalam pertandingan - Foto: FAM
Surat kabar Malaysia Stadium Astro melaporkan: "FAM telah menerima keputusan dari Komite Disiplin dan Etika AFC pada pertemuannya tanggal 17 Maret mengenai penggunaan pemain yang tidak memenuhi syarat."
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Komite Disiplin dan Etika AFC, Bapak Jahangir Baglari.
Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa FAM telah melanggar Pasal 56 Kode Disiplin dan Etika AFC dengan menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan selama kualifikasi Piala Asia 2027.
Oleh karena itu, Komite Disiplin dan Etika AFC memutuskan untuk memberikan kekalahan 0-3 kepada Malaysia dalam kedua pertandingan berdasarkan Pasal 25.1 Kode Etik. Kedua pertandingan tersebut adalah pertandingan antara Malaysia dan Nepal, serta Vietnam.
Selain itu, FAM didenda sebesar $50.000 (sekitar RM 196.119).
Ini dianggap sebagai hukuman yang relatif ringan bagi Malaysia, karena banyak ahli sebelumnya memperkirakan bahwa AFC mungkin akan melarang tim nasional Malaysia untuk berpartisipasi dalam turnamen internasional di masa mendatang.
FAM menyatakan bahwa mereka akan mengajukan permintaan tertulis untuk klarifikasi keputusan Komite Disiplin dan Etika AFC sebelum mempertimbangkan langkah lebih lanjut terkait masalah ini.
Dengan demikian, kasus naturalisasi ilegal terhadap 7 pemain oleh Malaysia akhirnya berakhir. Dengan dua pertandingan melawan Nepal dan Vietnam yang dibatalkan, mimpi Malaysia untuk lolos ke Piala Asia 2027 pun berakhir.
Dengan tambahan 3 poin dan pengurangan 6 poin untuk Malaysia, tim Vietnam telah mengamankan tiket ke putaran final Piala Asia 2027 terlepas dari hasil pertandingan ulang melawan Malaysia pada 31 Maret mendatang.
Perkembangan sanksi FIFA terhadap Malaysia terkait 7 pemain yang memperoleh kewarganegaraan secara ilegal:
- 26 September 2025: FIFA mendenda FAM sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar RM 1,8 juta). Tujuh pemain yang dinaturalisasi secara ilegal masing-masing didenda 2.000 franc Swiss dan dilarang berpartisipasi dalam semua kegiatan sepak bola selama 12 bulan.
- 6 Oktober 2025: FIFA menerbitkan dokumen setebal 19 halaman yang merinci dasar hukum, proses investigasi, dan alasan pemberian sanksi kepada FAM.
- 15 Oktober 2025: Malaysia mengajukan banding.
- 3 November 2025: Komite Banding FIFA menolak banding tersebut.
- Pada Desember 2025, FIFA akan memberikan Malaysia kekalahan 0-3 dalam pertandingan persahabatan melawan Tanjung Verde, Singapura, dan Palestina.
- Januari 2026: Malaysia mengajukan banding atas kasus tersebut ke CAS. CAS kemudian menangguhkan larangan 12 bulan terhadap tujuh pemain Malaysia.
- 5 Maret 2026: CAS menolak sebagian besar banding, menguatkan keputusan FIFA.
- 17 Maret 2026: AFC memutuskan Malaysia kalah 0-3 dari Vietnam dan Nepal, dan mendenda mereka sebesar $50.000.
HOAI DU
Sumber: https://tuoitre.vn/afc-xu-malaysia-thua-viet-nam-va-nepal-0-3-2026031713563259.htm
Komentar (0)