Menurut para ahli, penerapan kecerdasan buatan dalam investasi mengharuskan perusahaan untuk mengembangkan produk yang melampaui sekadar menggunakan alat tanya jawab. Ini hanyalah tahap paling dasar dalam memanfaatkan alat chatbot AI.
Memasuki fase selanjutnya, alat AI diharapkan mampu secara proaktif menganalisis dan mengevaluasi informasi, memberikan wawasan tepat waktu kepada investor. Proses pengembangan ini membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk penelitian dan pengumpulan data.
Bapak Tran Ngoc Bau dari WiGroup Financial and Economic Data Company menyatakan: "Fase kedua dimulai dengan memahami pelanggan dengan lebih baik melalui data. Pada tahap ini, AI dapat memberikan saran tentang saham atau memberikan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan tersebut."
"Salah satu trennya adalah AI menjadi lebih proaktif daripada hanya menerima pertanyaan secara pasif. AI akan bertindak sebagai asisten, berpotensi memantau portofolio klien, secara proaktif memberikan informasi terkini kepada klien yang memengaruhi portofolio investasi mereka. Misalnya, berita negatif atau positif tentang saham dalam portofolio," kata Bapak Tran Viet Trung, Direktur Ilmu Data di DNSE Securities Company.
Selain sekadar memenuhi kebutuhan pelanggan, pengembangan perangkat kecerdasan buatan membutuhkan ekosistem komprehensif bagi para pialang dan analis di dalam perusahaan sekuritas. Harapannya adalah untuk mempersingkat waktu riset dan analisis investasi hingga puluhan kali lipat dan meningkatkan kualitas saran hingga 3-5 kali lipat.
Menurut Bapak Tran Ngoc Bau dari WiGroup Financial and Economic Data Company, AI akan mengubah peran broker, dari sekadar memberikan informasi menjadi konsultan ahli yang mampu dengan cepat melakukan query dan menganalisis data untuk memberikan rekomendasi yang tepat.
Sebagai contoh, pialang saham di masa depan mungkin akan memperluas layanan mereka ke bidang konsultasi manajemen aset, saran alokasi arus kas, atau pemilihan saluran investasi dan tabungan yang lebih efektif. Penerapan AI diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pemrosesan informasi, membantu pialang membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Para ahli juga menekankan bahwa pengembangan perangkat kecerdasan buatan harus berjalan seiring dengan keamanan data dan langkah-langkah pengamanan untuk mencegah kebocoran informasi; serta pembentukan proses internal yang terpisah. Hal ini tetap menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan yang menerapkan produk kecerdasan buatan di masa mendatang.
Sumber: https://vtv.vn/ai-tro-thanh-tro-ly-cua-nha-dau-tu-100260625150817526.htm








