
Pada tahun ajaran 2025-2026, provinsi ini akan memiliki 646 lembaga pendidikan , dengan 20.295 administrator, guru, dan staf, serta lebih dari 200.000 siswa. Banyak dari guru, staf, dan siswa ini berasal dari latar belakang kurang mampu. Mengingat kenyataan ini, di akhir tahun, sektor pendidikan dan sekolah secara proaktif menyelenggarakan kegiatan untuk berbagi sumber daya, memberikan hadiah Tet, dan segera mendorong semangat guru dan siswa.
Situasi yang dialami guru Ha Thi Hao, seorang guru di SMA Dong Dang, adalah contoh yang tepat. Dua puluh tahun mengabdikan diri pada profesinya, di balik jam mengajar rutinnya terbentang perjalanan panjang seorang istri yang merawat suaminya yang lumpuh, seorang ibu yang berperan sebagai ayah sekaligus ibu, dan satu-satunya pencari nafkah keluarga. Belakangan ini, saat menerima hadiah Tết dari sektor pendidikan, ia dengan emosional berbagi: "Hadiah-hadiah ini tidak hanya memberi keluarga saya kue dan nasi, tetapi juga memberikan kenyamanan emosional yang luar biasa."
Di provinsi tersebut, banyak siswa masih harus menanggung beban keadaan keluarga yang sulit sejak usia sangat muda.
Nguyen Thi Hoa, seorang siswi kelas 12A2 di Sekolah Menengah Atas Etnis Provinsi, adalah salah satu contohnya. Ayahnya meninggal dunia di usia muda, meninggalkan ibunya untuk membesarkan tiga saudara perempuan dan neneknya yang sudah lanjut usia sendirian. Keluarganya termasuk keluarga miskin di desa Lang Ga 2, komune Hung Vu. Kedua saudara perempuan itu bersekolah di asrama bersama, saling mendukung dalam perjalanan pendidikan mereka. Keadaan Hoa sudah diketahui oleh guru-gurunya, yang secara teratur menunjukkan kepedulian dan dukungan. Baru-baru ini, ia terpilih oleh sekolah untuk berpartisipasi dalam program "Tet Kepedulian" yang diselenggarakan oleh sektor pendidikan dan menerima hadiah Tet dari pimpinan departemen. Bagi Hoa, hadiah itu bukan hanya dukungan materi di akhir tahun tetapi juga sumber semangat yang besar, membantunya untuk lebih percaya diri untuk terus berjuang dalam studinya dan secara bertahap mengatasi keadaan sulit keluarganya.
Kepedulian dan dukungan ini tidak terjadi sekaligus. Menindaklanjuti arahan Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk menyelenggarakan kegiatan kepedulian terhadap guru dan siswa dalam keadaan sulit selama Tet (Tahun Baru Imlek), sekolah-sekolah secara proaktif meluncurkan kampanye tabungan dan penggalangan dana selama rangkuman akhir semester, memobilisasi orang tua dan guru untuk menciptakan sumber daya pendukung. Gerakan-gerakan seperti "Guru membantu kolega untuk berkembang" dan "Siswa membantu siswa untuk maju" secara teratur dipertahankan, menumbuhkan rasa persatuan di setiap sekolah.
Pada Januari 2026, 100% sekolah menyelenggarakan kegiatan untuk merayakan Tahun Baru Imlek, termasuk pemberian hadiah kepada guru dan siswa yang berada dalam kondisi sulit. Selain itu, Departemen Pendidikan dan Pelatihan mengarahkan unit-unit untuk meninjau dan menyusun daftar khusus untuk dukungan yang terfokus, sambil secara proaktif mengajak organisasi dan individu untuk berpartisipasi dalam mendukung kegiatan tersebut. Melalui ini, Asosiasi Provinsi untuk Promosi Pembelajaran menyumbang 50 juta VND, beberapa bisnis dan bank di provinsi tersebut menyumbangkan lebih dari 30 juta VND, dan kontribusi dari pejabat, guru, dan staf di seluruh sektor menciptakan dana lebih dari 200 juta VND untuk menyiapkan hadiah bagi 165 guru dan siswa yang berada dalam kondisi sulit selama acara "Tet Penuh Kasih Sayang".
Bapak Hoang Quoc Tuan, Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan, menekankan: Program "Tết Penuh Kasih Sayang" adalah kesempatan bagi seluruh sektor pendidikan untuk berkumpul dan berbagi setelah setahun bekerja keras dalam pengajaran dan pembelajaran. Di balik prestasi sektor ini, masih ada guru, staf, dan siswa yang menghadapi keadaan sulit, sehingga kepedulian terhadap mereka selama Tết sangat bermakna agar setiap anggota "keluarga pendidikan" dapat merayakan Tết yang hangat dan penuh kebahagiaan. Ketika guru dan siswa merasakan kepedulian dari kolektif, mereka akan lebih termotivasi untuk terus berada di kelas dan sekolah mereka, dengan teguh melaksanakan tugas pengajaran dan pembelajaran mereka.
Tet akan berlalu, hadiah akan habis, tetapi yang tetap ada adalah keyakinan bahwa di balik setiap guru dan setiap siswa yang menghadapi kesulitan, selalu ada komunitas yang siap berbagi. Keyakinan inilah yang membantu para guru tetap berkomitmen pada sekolah mereka, membantu siswa mengikuti kelas dengan percaya diri, dan memastikan bahwa musim semi hadir dalam setiap hari pengajaran dan pembelajaran di bawah atap sekolah.
Sumber: https://baolangson.vn/am-ap-nhung-se-chia-5077005.html







Komentar (0)