Petugas dari Pos Penjaga Perbatasan Gerbang Perbatasan Internasional Ha Tien menyerahkan bantuan keuangan kepada orang-orang yang berada dalam keadaan sangat sulit.
Ikatan yang mendalam antara militer dan rakyat.
Setiap kunjungan semakin memperkuat ikatan antara penjaga perbatasan dan masyarakat di wilayah perbatasan. Ibu Thi Uc (82 tahun, tinggal di Kelurahan 3, Komune Ha Tien), yang hidup sendirian, tanpa suami atau anak dan tanpa penghasilan, selalu menyambut para tentara seolah-olah mereka adalah anak dan cucunya sendiri.
Meskipun kemampuan mentalnya semakin menurun, ia masih mengingat "cucu-cucu militernya" yang sering berkunjung, mengobrol, dan membantu membersihkan rumah. Ibu Uc berbagi dengan penuh emosi, "Saya sangat senang ketika mereka datang. Dengan uang itu, saya bisa membeli beras dan kue untuk dimakan. Yang lebih penting, memiliki seseorang untuk diajak bicara menghangatkan hati saya."
Sebagai salah satu dari 11 lansia yang menerima dukungan dari Pos Penjaga Perbatasan Gerbang Perbatasan Internasional Ha Tien, Bapak Danh Thong (71 tahun, tinggal di lingkungan To Chau) berbagi: “Berkat dukungan bulanan dari para tentara, saya punya uang untuk membeli beras dan obat-obatan. Ketika saya sakit, mereka datang mengunjungi saya. Saya sangat berterima kasih. Saya berharap model ini terus berkembang sehingga lebih banyak lansia seperti saya dapat merasakan manfaat dari kesulitan yang mereka alami.”
Pilar cinta
Ha Tien merupakan daerah perbatasan utama provinsi ini, dengan perbatasan darat lebih dari 14 km dan garis pantai lebih dari 21 km. Daerah ini memiliki populasi Khmer yang besar. Sebagian besar penduduk masih menghadapi banyak kesulitan, terutama para lansia yang hidup sendirian, tanpa kerabat, dan kurang mampu bekerja.
Berdasarkan realitas tersebut, Pos Penjaga Perbatasan Gerbang Perbatasan Internasional Ha Tien, berkoordinasi dengan Asosiasi Warga Lanjut Usia setempat, telah menerapkan model "Menerima dukungan bagi warga lanjut usia dalam keadaan sulit, 2023 - 2028," yang secara resmi diluncurkan pada 14 November 2023.
Oleh karena itu, unit tersebut memberikan dukungan rutin kepada 11 lansia yang berada dalam kondisi sangat sulit, dengan masing-masing orang menerima 400.000 VND per bulan. Dana dukungan tersebut diambil dari dana peningkatan produksi unit dan kontribusi sukarela dari para perwira dan prajurit.
Mayor La Minh Nhoa, Wakil Petugas Politik Pos Penjaga Perbatasan Gerbang Perbatasan Internasional Ha Tien, mengatakan: “Kami menganggap ini bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga masalah kasih sayang dan moralitas. Selain tugas melindungi perbatasan, para perwira dan prajurit selalu berusaha untuk berbagi dan berdiri bersama rakyat dalam mengatasi kesulitan.”
Letnan Kolonel Nguyen Tan Duong, Komandan Pos Penjaga Perbatasan Gerbang Perbatasan Internasional Ha Tien, menegaskan bahwa model ini tidak hanya membawa nilai materiil tetapi juga berkontribusi dalam memperbanyak nilai-nilai moral tradisional: menghormati orang tua, saling menyayangi dan mendukung.
"Kami berharap ke depannya, model ini akan terus diterapkan di komune dan kelurahan setelah penggabungan dan menyebar lebih luas lagi sehingga lebih banyak lansia dalam keadaan sulit akan menerima perhatian dan dukungan," kata Letnan Kolonel Nguyen Tan Duong.
Mengikuti para petugas dan prajurit Pos Penjaga Perbatasan Gerbang Perbatasan Internasional Ha Tien saat mereka mengunjungi para lansia, kami semakin memahami bahwa setiap pertemuan, setiap jabat tangan hangat dari para penjaga perbatasan, tidak hanya membawa hadiah kecil tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam: Di daerah perbatasan yang terpencil, kebaikan hati manusia selalu ada, abadi, tulus, dan penuh kasih sayang.
HOANG THU
Sumber: https://baoangiang.com.vn/am-long-nguoi-cao-tuoi-vung-bien-a424235.html






Komentar (0)