Terinspirasi oleh tur internasional.
Dengan berkesempatan mengunjungi bengkel keluarga dan menyaksikan seluruh proses pembuatan kostum tari singa mini, seseorang dapat benar-benar menghargai ketelitian, dedikasi, dan semangat yang dicurahkan ke dalam kerajinan istimewa ini. Berbagai macam bahan seperti kertas, tabung plastik, kawat beludru, dan bulu lembut "diubah" oleh Bapak Le Hong menjadi kostum tari singa mini yang cerah dan berwarna-warni.

Berkat keahlian Bapak Le Hong dan tim pengrajinnya, mereka telah menciptakan kostum tari singa miniatur yang sangat unik. Foto: DUC TOAN
Pak Hong mengatakan bahwa saat ini beliau adalah kepala kelompok barongsai di Kuil Bay Ba. Pekerjaannya memberinya banyak kesempatan untuk bepergian dan tampil dalam berbagai pertukaran seni di seluruh negeri, serta berpartisipasi dalam banyak kompetisi internasional. Selama perjalanannya ke negara-negara seperti Singapura dan Malaysia, beliau sangat tertarik dengan kostum barongsai "mini" yang dijual di sana. Suvenir-suvenir ini selalu menarik banyak perhatian, tetapi harga pasarnya cukup tinggi.
Dari pengamatannya, Bapak Hong mendapat ide untuk mengembangkan produk kerajinan tangan jenis ini di kampung halamannya dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini akan memudahkan para pecinta seni tari singa dan naga di negara tersebut untuk mengaksesnya. Mewujudkan idenya, Bapak Hong mulai meneliti dan bereksperimen untuk menciptakan versi miniatur dari tari singa.
Beralih dari pembuatan kepala singa berukuran besar tradisional ke versi miniatur merupakan tantangan teknis yang signifikan bagi setiap pengrajin. Sementara kepala singa berukuran besar terutama berfokus pada pembuatan kerangka yang kokoh, kepala singa miniatur membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail dan ketelitian.
Untuk menciptakan produk jadi berkualitas tinggi, keluarga Bapak Hong, yang terdiri dari delapan orang, berpartisipasi dalam "lini produksi" dengan banyak tugas khusus. Beberapa bertanggung jawab atas bagian kepala, yang lain atas bagian badan, beberapa bertugas menempelkan lapisan kain dengan hati-hati dan menambahkan bulu, sementara yang lain mengkhususkan diri dalam melukis pola dan mendekorasi detail seperti rahang, mata, dan hidung. Setelah semua bagian selesai, bagian-bagian tersebut dirakit dan dihubungkan untuk membentuk satu kesatuan.
“Aspek paling menantang dalam membuat kostum tari singa miniatur adalah memastikan bentuk keseluruhannya seimbang. Selain itu, proses dekorasi dan pemasangan bulu membutuhkan perhatian yang cermat terhadap detail. Sangat penting untuk mengetahui cara menciptakan kombinasi warna yang cerah dan harmonis sehingga ketika dipadukan dengan bulu dan aksesori dekoratif lainnya, produk jadi tetap sepenuhnya menangkap aura agung singa,” ujar Bapak Hong.
Potensi industri kerajinan tangan
Untuk memastikan keamanan pengguna, terutama anak-anak, Bapak Hong hanya menggunakan bulu kelinci alami. Pilihan yang cermat ini tidak hanya membantu produk mencapai rasa lembut dan halus, memberikan sentuhan yang realistis, tetapi juga mencegah masalah serat bulu yang mudah jatuh ke hidung atau mata, yang dapat menyebabkan alergi bagi pengguna.
Mengenang masa-masa awal bisnisnya, Bapak Hong mengatakan bahwa awalnya ia hanya berniat membuat produk-produk ini untuk bersenang-senang, untuk memuaskan hasratnya dalam membuat kerajinan. Selama pertunjukan atau kompetisi, ia sering membawa "kreasinya" untuk dipamerkan dan diperkenalkan kepada publik, dan mendapat sambutan antusias. Menyadari kualitas unggul dan keahlian yang luar biasa dari produk-produknya, banyak perusahaan besar dan wisatawan asing memesan dalam jumlah besar. Melihat respons pasar yang positif, ia memutuskan untuk mengubah arah dan fokus pada pengembangan jenis produksi barongsai miniatur ini.
Saat ini, rata-rata, Bapak Le Hong memasok sekitar 100 produk per bulan ke pasar, dengan berbagai desain dan ukuran, mulai dari 10cm x 10cm hingga 25cm x 25cm. Harga berkisar antara 600.000 hingga 1,2 juta VND per singa. Untuk singa dengan desain yang rumit dan dibuat sesuai pesanan, harganya sekitar 2 juta VND per produk. “Banyak orang membeli singa untuk dekorasi karena mereka percaya bahwa singa adalah jimat keberuntungan. Di masa depan, saya akan terus berupaya meneliti dan menciptakan lebih banyak produk unik untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam,” ujar Bapak Hong.
Produk-produk unik ini kini bukan hanya mainan rakyat tetapi juga karya seni miniatur, yang berkontribusi pada pelestarian keindahan budaya tradisional dan membuka arah baru yang menjanjikan bagi kerajinan tangan lokal.
DUC TOAN
Sumber: https://baoangiang.com.vn/lam-lan-mini-tu-vat-lieu-don-gian-a483227.html






Komentar (0)