Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Kuliner - Daya Tarik Pariwisata Asia

Menurut IMARC Group, kawasan Asia-Pasifik menjadi pusat baru pariwisata kuliner global, dengan pangsa pasar lebih dari 43%. Penyebaran media sosial, tren keberlanjutan, dan daya tarik kota-kota kuliner terkemuka berkontribusi pada tren ini, dengan Vietnam meninggalkan jejak yang kuat.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế20/09/2025

Masakan Asia adalah daya tarik pariwisata Asia 1.webp

Bun cha adalah salah satu makanan khas yang menarik dan banyak wisatawan meluangkan waktu untuk menikmatinya saat berkunjung ke Hanoi . (Sumber: VNA)

Dalam beberapa tahun terakhir, wisata kuliner telah berhenti menjadi kegiatan tambahan dan telah menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan industri pariwisata global.

Menurut laporan IMARC Group, pasar ini mencapai ukuran US$1.090,48 miliar pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi US$4.210,19 miliar pada tahun 2033, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 14,46% selama periode 2025-2033. Yang perlu diperhatikan, kawasan Asia-Pasifik saat ini menyumbang 43,1% dari pangsa pasar global, menjadi pusat baru kuliner dunia .

Pertumbuhan ini berakar dari permintaan akan pengalaman yang terkait erat dengan budaya lokal. Wisatawan tidak hanya mengunjungi tempat-tempat indah, tetapi juga menganggap menikmati kuliner lokal sebagai bagian penting dari perjalanan mereka. Selain itu, dampak media sosial semakin terlihat jelas. Sebuah survei oleh platform perjalanan online global TripAdvisor (AS) menunjukkan bahwa 83% wisatawan mencari informasi tentang restoran, bar, atau kafe secara online sebelum perjalanan mereka. Gambar di Instagram dan video di TikTok secara langsung memengaruhi pilihan destinasi wisatawan.

Kebiasaan konsumen modern mengalami perubahan signifikan. Para pelancong semakin memperhatikan kesehatan dan keberlanjutan. 38% pelancong mengonsumsi makanan yang lebih sehat saat bepergian, dan angka ini mencapai 46% di kawasan Asia-Pasifik. Model "dari ladang ke meja", makanan organik, vegan, dan bebas gluten semakin populer, mencerminkan tren yang menggabungkan pengalaman kuliner dengan pertimbangan kesehatan dan lingkungan.

Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), rata-rata 25% dari anggaran pariwisata dihabiskan untuk makanan dan minuman, angka yang dapat mencapai 35% di destinasi kelas atas. Ini merupakan sumber pendapatan yang sangat penting, membantu menopang usaha kecil, melestarikan kuliner tradisional, dan mengembangkan ekonomi lokal.

Masakan Asia adalah daya tarik pariwisata Asia 2.webp

Restoran Out of This World di Maladewa menawarkan pengalaman bersantap tanpa limbah. (Foto: Out of This World)

Salah satu hidangan unggulan dalam kuliner dunia.

Dalam lanskap global, Asia menegaskan posisinya yang baru dengan banyak destinasi kuliner yang menjadi "bintang bersinar". Sebuah survei terhadap lebih dari 4.000 pengguna setelah menyelesaikan pemesanan ke destinasi pada tahun 2023 oleh platform perjalanan online Agoda (Singapura) menunjukkan bahwa lebih dari 64% wisatawan memilih Korea Selatan terutama karena masakannya, diikuti oleh Thailand (55%), Jepang (52%), dan Malaysia (49%). Angka-angka ini mencerminkan bahwa kuliner adalah faktor utama yang memengaruhi pilihan wisatawan di Asia.

Seoul, Tokyo, dan Bangkok secara konsisten masuk dalam daftar "Kota Kuliner Terkemuka Dunia" dan "Kota Kuliner Terkemuka Asia" versi World Culinary Awards. Di Korea Selatan, daya tariknya berasal dari gelombang Hallyu, dengan hidangan-hidangan familiar yang sering terlihat dalam film, seperti kimchi, daging panggang, ayam goreng, dan kepiting yang direndam kecap, terutama di pasar tradisional seperti Pasar Gwangjang. Thailand terkenal dengan jalanan kulinernya yang semarak di Bangkok, di mana pad Thai, tom yum, dan ketan mangga merupakan pilihan populer. Jepang mempertahankan statusnya sebagai destinasi kuliner kelas atas dengan sushi, sashimi, ramen, budaya izakaya, dan masakan kaiseki.

Di Malaysia, Michelin Guide Kuala Lumpur & Penang 2025 memberikan penghargaan kepada 143 restoran, yang mencerminkan keragaman kuliner dan identitas multikultural melalui hidangan seperti nasi lemak, char kway teow, dan hinava di Sabah.

Kehadiran Vietnam di peta kuliner dunia semakin menonjol. Hanoi dianugerahi sebagai "Destinasi Kota Kuliner Terbaik Asia 2024" di World Culinary Awards dan menduduki peringkat teratas dalam daftar 25 destinasi makanan terbaik di dunia versi TripAdvisor. Hue, Hoi An, dan Ho Chi Minh City secara konsisten diakui oleh TasteAtlas atas makanan jalanannya dan perpaduan cita rasa regional. Hidangan familiar seperti pho, bun cha, banh mi, dan nem ran telah melampaui batas domestik, menciptakan dampak global bagi masakan Vietnam.

Masakan Asia adalah daya tarik pariwisata Asia.webp

Lobster dan banyak hidangan khas lainnya di Benjarong, restoran Thailand di Laguna Phuket, telah dianugerahi Michelin Plate. (Sumber: Benjarong)

Arah masa depan

Tren ini menunjukkan bahwa pariwisata kuliner Asia berada dalam fase pertumbuhan yang kuat dan akan terus berkembang di masa mendatang. Menurut perkiraan Research and Markets (Irlandia), pasar pariwisata kuliner global dapat mencapai US$4,21 triliun pada tahun 2033, dengan mempertahankan pertumbuhan yang stabil.

Research and Markets menunjuk tiga pendorong utama yang dianggap penting untuk periode mendatang. Pertama adalah kekuatan media sosial: TikTok dan Instagram membentuk cara wisatawan mengakses makanan. Misalnya, menurut Travel and Tour World, platform media terintegrasi B2B digital di industri perjalanan dan pariwisata, pencarian Google untuk "makanan 7-Eleven" meningkat sebesar 5000% hanya dalam satu bulan setelah sebuah video tentang budaya toko serba ada Jepang menjadi viral.

Motivasi kedua adalah keinginan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman. Wisatawan tidak hanya ingin mencicipi makanan, tetapi juga berpartisipasi dalam kelas memasak, lokakarya, dan tur persiapan makanan untuk lebih memahami budaya lokal, memperoleh keterampilan baru, dan berkontribusi dalam melestarikan resep tradisional.

Terakhir, ada faktor keberlanjutan. Setelah pandemi, kekhawatiran tentang kesehatan, lingkungan, dan tanggung jawab sosial telah menjadi hal yang lumrah. Restoran, wisata kuliner, dan festival semuanya diarahkan untuk mengurangi limbah, menggunakan bahan-bahan lokal, dan menciptakan nilai bagi masyarakat. Ini adalah pendekatan jangka panjang yang membantu industri pariwisata berkembang secara berkelanjutan sekaligus menciptakan keunggulan kompetitif di tingkat internasional.

Kuliner menjadi "merek lunak" yang membantu Asia menegaskan daya tariknya. Dari makanan jalanan sederhana hingga pengalaman kuliner kelas atas, kawasan ini melestarikan tradisi sekaligus terus berinovasi untuk mengikuti tren. Dengan pengaruh media sosial yang meluas, meningkatnya permintaan akan pengalaman, dan fokus pada pembangunan berkelanjutan, Asia tidak hanya menjadi destinasi yang menarik saat ini tetapi juga diprediksi akan memainkan peran sentral dalam pariwisata kuliner global di masa depan.

Sumber: https://baoquocte.vn/am-thuc-suc-hut-cua-du-lich-chau-a-328092.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Selang

Selang

Kota itu bangkit.

Kota itu bangkit.

Pagoda Quang Xuan

Pagoda Quang Xuan