
Dalam Strategi Pengembangan Pariwisata Vietnam hingga 2030 , budaya kuliner diidentifikasi sebagai arus budaya utama, dan kuliner merupakan salah satu lini produk penting yang berkontribusi pada peningkatan daya saing dan citra pariwisata nasional. Khususnya, dengan keragaman dan kekayaan identitas budaya nasional, banyak wisatawan mancanegara telah "terpukau" oleh cita rasa kuliner negara kita.
Lam Dong memiliki budaya kuliner yang kaya, memadukan budaya hutan, budaya dataran tinggi, dan budaya laut. Bapak Nguyen Van Khoa, Ketua Sementara Asosiasi Pariwisata Lam Dong, mengatakan bahwa saat ini, selain beristirahat, wisatawan juga ingin merasakan budaya kuliner di setiap daerah. Karena kuliner menciptakan nilai-nilai spiritual dan kesehatan, ceritanya bukan hanya tentang makan secukupnya, tetapi juga makan dengan baik, yang terkait dengan kebutuhan untuk menikmati produk-produk khas.
Ibu Tran Bich Hue (seorang turis dari Ninh Binh) mengatakan bahwa dengan pengalamannya bepergian ke berbagai tempat di seluruh negeri, yang membuatnya penasaran sekaligus bersemangat adalah bagaimana masakannya mencerminkan kehidupan dan budaya kelompok etnis di setiap tempat yang dikunjunginya. Khususnya di Lam Dong, Ibu Bich Hue sangat terkejut bahwa dengan bahan-bahan yang familiar, para koki dapat menyiapkan hidangan yang rumit, kaya rasa namun tetap seimbang nutrisinya dan indah.

Saat ini, tren pariwisata hijau bertujuan untuk meminimalkan dampak lingkungan, berkontribusi aktif terhadap perlindungan keanekaragaman hayati, memanfaatkan energi terbarukan, mempromosikan warisan alam dan budaya, serta mengembangkan produk ramah lingkungan. Banyak daerah telah membangun peta kuliner lokal dengan hidangan khas yang unik, mewakili daerah dan suku bangsa yang tinggal di provinsi tersebut.

Bapak Vu The Binh, Ketua Asosiasi Pariwisata Vietnam, mengatakan bahwa semua provinsi dan kota memiliki potensi kuliner. Masalahnya adalah bagaimana memanfaatkan potensi tersebut untuk menciptakan produk yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan. Setiap hidangan membawa kisah yang berkaitan dengan bahan-bahan lokal, melalui tangan sang koki, menciptakan nilai gizi, sekaligus menyampaikan pesan tentang budaya dan kehidupan. Itulah sebabnya Asosiasi Pariwisata Vietnam bekerja sama dengan Asosiasi Dapur Lam Dong untuk menyelenggarakan kontes Koki Berbakat Vietnam bertema "Dataran Tinggi dengan Laut Biru". Melalui kontes ini, mereka menciptakan arena bermain untuk menemukan koki-koki berbakat – inti dari upaya memperkenalkan kuliner Vietnam kepada mitra internasional.

Kompetisi ini telah mempertemukan banyak koki berbakat dari 24 provinsi dan kota, menciptakan hampir 150 hidangan unik yang terbuat dari bahan-bahan khas Lam Dong, termasuk bahan-bahan khas seperti: artichoke, kentang, dan ikan laut. Asosiasi Dapur Lam Dong, penyelenggara kompetisi kuliner Vietnam, berharap setelah program ini, akan semakin banyak hidangan berkualitas yang dapat ditambahkan ke menu restoran dan destinasi wisata. Selain itu, dari kompetisi ini, akan ada program dan pameran yang mempromosikan kuliner Vietnam untuk diperkenalkan kepada mitra internasional. Dengan demikian, hal ini akan berkontribusi dalam membangun nilai tambah bagi merek pariwisata Lam Dong khususnya dan pariwisata Vietnam pada umumnya.
Sumber: https://baolamdong.vn/am-thuc-trong-nganh-du-lich-387632.html
Komentar (0)