Amad Diallo bukanlah tipe pemain yang banyak bicara di depan media. Tetapi ketika ESPN memintanya untuk menggambarkan rekan-rekan setimnya dalam satu kata, dia memilih kata yang akan membuat pendengar berpikir.
Untuk Mason Mount, Amad tidak hanya menggunakan kata sifat sederhana. Dia menyebut Mount sebagai "yang diremehkan." Dan untuk Casemiro, dia menggunakan satu kata yang pasti: "legenda."
Itu bukan sekadar kata-kata sopan.
Mount tiba di Old Trafford dari Chelsea pada tahun 2023 dengan biaya awal £55 juta, ditambah £5 juta dalam bentuk bonus. Jumlah uang tersebut membawa tekanan yang sangat besar. Namun, perjalanannya di Manchester United tidaklah mulus.
Cedera yang berulang telah menyulitkan Mount untuk mempertahankan ritmenya. Terkadang, ia bermain bagus, bergerak cerdas, melakukan pressing secara gigih, dan menghubungkan permainan secara efektif di lini tengah. Namun, kontribusi tersebut tidak selalu diakui sebagaimana mestinya.
Amad, yang berlatih dan bermain bersama Mount setiap hari, memahami hal ini lebih baik daripada siapa pun. Ketika dia menyebut rekan setimnya sebagai "yang diremehkan," dia menunjukkan kesenjangan antara penilaian eksternal dan realitas di lapangan.
Mount mungkin tidak selalu menghasilkan momen-momen eksplosif. Namun, nilai mantan bintang Chelsea ini terletak pada intensitas, fleksibilitas taktis, dan etos kerjanya. Kualitas-kualitas ini tidak selalu diukur dari gol atau assist.
![]() |
Casemiro masih bermain bagus di usia 33 tahun. |
Dengan Casemiro, ceritanya berbeda. Gelandang asal Brasil ini berusia 33 tahun dan memasuki enam bulan terakhir kontraknya pada bulan Januari. Manchester United memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul perpanjangan 12 bulan. Ini hampir memastikan bahwa ini adalah musim terakhirnya di Old Trafford.
Namun, di lapangan, Casemiro masih memainkan peran penting. Di bawah asuhan Ruben Amorim dan kemudian Michael Carrick, ia terus menjadi pilar di lini tengah. Pengalamannya, kemampuannya membaca permainan, dan ketenangannya dalam pertandingan besar masih membantunya mempertahankan pengaruhnya.
Ketika Amad menyebut Casemiro sebagai "legenda," itu adalah pengakuan atas karier yang telah terbukti, dari Real Madrid hingga Manchester.
Pernyataan Amad juga mencerminkan kematangannya sendiri. Dari seorang pemain yang kesulitan menemukan tempatnya di bawah Erik ten Hag, Amad kini telah menjadi pemain penting. Ia pernah diuji oleh Amorim di posisi bek sayap kanan. Ketika Michael Carrick mengambil alih, Amad dikembalikan ke posisi sayap kanan favoritnya dan terus memainkan peran penting dalam tim.
Di ruang ganti yang penuh gejolak, ucapan singkat itu mengandung makna yang jelas. Mount membutuhkan waktu dan stabilitas untuk membuktikan kemampuannya. Casemiro mungkin akan segera pergi, tetapi warisannya masih dihormati oleh rekan-rekan setimnya. Dan Amad, melalui kata-katanya, menunjukkan bahwa ia tidak hanya matang di lapangan tetapi juga memahami sistem nilai internal tim.
Terkadang, satu kata saja sudah cukup untuk menggambarkan keseluruhan gambaran.
Sumber: https://znews.vn/amad-noi-thang-ve-mount-va-casemiro-post1627467.html








Komentar (0)