![]() |
Para peneliti melakukan survei terhadap para gamer di Australia dan menemukan korelasi yang mengkhawatirkan bagi mereka yang bermain game lebih dari 10 jam per minggu. Foto: DC Studio/Freepik . |
Dalam dunia game modern, suara memainkan peran penting. Mulai dari langkah kaki musuh dalam game tembak-menembak hingga musik latar epik dalam game role-playing, semuanya dirancang untuk merangsang indra pendengaran pemain.
Namun, menurut sebuah laporan berskala besar yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal medis BMJ Global Health , kebiasaan mendengarkan suara dengan intensitas tinggi secara terus-menerus membuat generasi muda berisiko mengalami gangguan pendengaran permanen.
Studi menunjukkan bahwa sebagian besar pemain game cenderung menaikkan volume hingga 85-90 desibel (dB) – setara dengan suara mesin pemotong rumput atau bor industri. Ketika terpapar tingkat suara ini selama berjam-jam, sel-sel rambut di telinga – bagian yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal suara ke otak – mengalami kerusakan parah dan permanen.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, para ahli merekomendasikan bahwa bermain game lebih dari 10 jam per minggu (rata-rata sekitar 1,5-2 jam per hari) sudah mulai menimbulkan kerusakan kumulatif. Namun, bagi para gamer yang bermain terus-menerus, melebihi 180 menit per hari dianggap sangat berbahaya.
Telinga manusia memiliki mekanisme penyembuhan diri setelah terpapar kebisingan, tetapi mekanisme ini membutuhkan waktu tenang agar berfungsi dengan baik. Mengenakan headphone terus menerus selama 180 menit mencegah telinga beristirahat, yang menyebabkan kelelahan pendengaran dan, seiring waktu, gangguan pendengaran.
![]() |
Lingkungan yang bising di ruang komputer (kafe internet) semakin meningkatkan tekanan pada gendang telinga. Foto: Stadion OEG |
"Para gamer sering kali tidak menyadari pendengaran mereka memburuk karena prosesnya sangat lambat dan tidak kentara. Mereka baru menyadarinya ketika mulai sering mengalami telinga berdenging atau tidak lagi dapat mendengar percakapan normal dengan jelas," demikian pernyataan studi tersebut.
Konsekuensi dari bermain game secara berlebihan tidak hanya terbatas pada gangguan pendengaran. Tinnitus—bunyi berdengung atau berdering terus-menerus di kepala—merupakan masalah yang terus-menerus dialami oleh banyak pemain game jangka panjang. Dalam kasus yang parah, paparan volume yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kehilangan pendengaran total pada rentang frekuensi tertentu.
Selain itu, lingkungan warnet, dengan suara bising dari puluhan komputer dan teriakan para pemain di sekitarnya, semakin meningkatkan tekanan pada gendang telinga, menyebabkan ambang batas toleransi telinga menurun lebih cepat daripada saat bermain di rumah.
Untuk bermain game dengan sehat dan melindungi pendengaran Anda semaksimal mungkin, para ahli merekomendasikan agar pemain benar-benar mematuhi "aturan 60/60," yang berarti menjaga volume maksimal 60% dan tidak bermain lebih dari 60 menit terus menerus sebelum mengistirahatkan telinga Anda.
Selain itu, alih-alih menaikkan volume terlalu tinggi untuk menutupi suara sekitar, pemain sebaiknya berinvestasi pada headphone dengan peredam kebisingan yang baik untuk menjaga suara tetap pada tingkat yang aman sambil tetap memastikan detail suara.
Yang terpenting, selalu belajarlah untuk mendengarkan tubuh Anda. Jika Anda mengalami gejala seperti sakit telinga, tinnitus, atau perasaan suara yang teredam setelah setiap pertandingan, ini adalah "tanda bahaya" yang menunjukkan bahwa telinga Anda mengalami kelebihan beban.
Sumber: https://znews.vn/ly-do-khong-nen-choi-game-qua-180-phut-post1626007.html








Komentar (0)