Kementerian Pariwisata India dan Google India telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mempromosikan destinasi wisata India menggunakan teknologi digital, Kecerdasan Buatan (AI), analisis data, dan program peningkatan kapasitas.
Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di New Delhi, kesepakatan tersebut ditandatangani di hadapan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Federal, Gajendra Singh Shekhawat. Hal ini dipandang sebagai langkah baru dalam upaya mendekatkan citra India—mulai dari situs warisan kuno, kuil, benteng, lanskap alam hingga pengalaman budaya yang unik—kepada wisatawan domestik dan internasional melalui platform digital.
Menurut Kementerian Pariwisata, Nota Kesepahaman ini menetapkan kerangka kerja untuk kerja sama di beberapa bidang utama, termasuk promosi pariwisata digital, berbagi pengetahuan, pelatihan keterampilan, penerapan teknologi baru, dan peningkatan interaksi dengan wisatawan.
Kolaborasi ini akan memanfaatkan pengalaman dan kemampuan Google dalam ekosistem digital untuk meningkatkan visibilitas destinasi, produk pariwisata, dan warisan budaya India secara daring.
Perlu dicatat bahwa perjanjian ini bersifat non-komersial, tidak mengikat, dan tidak eksklusif, serta tidak menciptakan kewajiban finansial bagi kedua belah pihak. Namun, pada intinya, ini merupakan pergeseran signifikan dalam cara India menceritakan kisah pariwisatanya kepada dunia —bukan hanya melalui citra promosi tradisional, tetapi melalui data, teknologi, konten digital, dan pengalaman interaktif yang lebih mendalam.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Menteri Shekhawat menekankan bahwa teknologi digital memiliki potensi untuk menciptakan pengalaman yang membantu menampilkan keindahan, kedalaman sejarah, dan kemegahan warisan budaya India kepada khalayak global.
Menurutnya, penerapan teknologi canggih dapat mengubah cara wisatawan menjelajahi, mengalami, dan berinteraksi dengan kekayaan budaya dan alam India. Dalam kerangka kerja kolaborasi ini, Google akan memanfaatkan kemampuan analitik data dan wawasan tentang perilaku pengguna untuk mempelajari tren perjalanan global, perilaku wisatawan, dan pola interaksi daring.
Informasi ini akan membantu Kementerian Pariwisata mengembangkan strategi promosi berbasis bukti, menjangkau target audiens yang tepat, dan meningkatkan efektivitas kampanye komunikasinya.
Selain itu, perjanjian tersebut juga mencakup program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi Kementerian Pariwisata mengenai pemasaran digital, optimasi kampanye, pembuatan konten, dan penerapan teknologi baru, termasuk Kecerdasan Buatan.
Hal ini dipandang sebagai landasan penting bagi India untuk beralih dari promosi pariwisata massal ke model yang lebih tepat, personal, dan terukur.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/an-do-bat-tay-google-dua-du-lich-len-ban-do-so-toan-cau-post1121521.vnp










