Menurut sumber, program ini bertujuan untuk melengkapi jet tempur Sukhoi 30MKI – tulang punggung Angkatan Udara India (IAF) – dengan kemampuan bertahan hidup yang lebih baik di lingkungan peperangan elektronik modern.
Menurut laporan, Kementerian Pertahanan India telah meminta agar jet tempur ini dilengkapi dengan sistem antena Global Positioning System (GPS) anti-gangguan dan anti-perusakan tercanggih.
Pengacakan dan pemalsuan sinyal adalah elemen kunci dari peperangan elektronik, yang bertujuan untuk mengganggu sinyal radio dan GPS, yang memungkinkan pilot untuk bernavigasi dan menembakkan amunisi secara akurat.
Gangguan sinyal (jamming) merusak sinyal, sedangkan pemalsuan sinyal (signal spoofing) mengirimkan sinyal yang salah ke sistem navigasi musuh.
Saat ini, IAF mengoperasikan sekitar 258 jet tempur Su-30MKI. Peningkatan yang diusulkan merupakan bagian dari program modernisasi pesawat Super Sukhoi milik IAF.
Sukhoi 30MKI adalah varian khusus India dari pesawat Su-30 Rusia, yang mulai beroperasi dengan Angkatan Udara India (IAF) pada tahun 2002.
Kementerian Pertahanan India berencana membeli 300 sistem antena.
Langkah ini diambil seiring dengan rencana India untuk mengakuisisi jet tempur siluman generasi kelima.
Pada Februari 2026, The New Indian Express melaporkan bahwa Sukhoi Su-57 buatan Rusia telah muncul sebagai kandidat utama.
Sebuah delegasi tingkat tinggi dari Rusia mengunjungi fasilitas Hindustan Aeronautics Limited, yang memproduksi pesawat Sukhoi di bawah lisensi dari Rusia.
Pada Januari 2026, Vadim Badekha, CEO United Aircraft Corporation (UAC), menyatakan bahwa negosiasi antara Rusia dan India mengenai produksi pesawat Sukhoi Su-57 di India berada pada tahap lanjut.
Pada Dubai Airshow bulan November 2025, Rusia mengumumkan tawarannya untuk melisensikan produksi penuh pesawat Su-57 di India.
India telah meluncurkan program "Make in India" untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri.
Hampir 60% peralatan pertahanan Angkatan Bersenjata India berasal dari Uni Soviet/Rusia, sementara Sukhoi SU-30MKI saat ini menyumbang 45% dari armada pesawat tempur IAF.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/an-do-nang-cap-lon-phi-doi-may-bay-chien-dau-sukhoi-30mki-post779485.html








Komentar (0)