
Pelanggan berbelanja di sebuah supermarket di London, Inggris. Foto: AFP/VNA
Pemerintah Inggris bertujuan untuk mengumpulkan tambahan pendapatan pajak sebesar £30 miliar antara tahun 2030 dan 2031. Untuk mencapai hal ini, Inggris akan mempertahankan tarif pajak penghasilan pribadi saat ini untuk periode 2028-2031, sebuah langkah yang bertentangan dengan komitmen Partai Buruh sebelumnya untuk mengurangi beban pajak bagi pekerja Inggris.
Selain itu, pemerintah Inggris juga akan menaikkan pajak atas perjudian daring dan properti bernilai tinggi, serta memberlakukan biaya berdasarkan jarak tempuh pada pengguna kendaraan listrik.
Para analis memperkirakan bahwa beberapa langkah kunci baru akan berlaku mulai tahun 2028, menjelang akhir masa jabatan Kongres saat ini, dan akan memungkinkan Partai Buruh untuk membatalkan beberapa kenaikan pajak jika pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari yang diproyeksikan.
Selain meningkatkan pendapatan, Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves juga mengumumkan paket pengeluaran miliaran poundsterling untuk mendukung warga, termasuk menaikkan upah minimum dan pensiun di atas inflasi; mengurangi tagihan energi; mempertahankan tarif kereta api dan biaya obat resep tetap tidak berubah; mempersingkat waktu tunggu di Layanan Kesehatan Nasional (NHS); meningkatkan lapangan kerja bagi kaum muda; mendukung bisnis ritel dan jasa; dan mempercepat pembangunan perumahan dan peningkatan infrastruktur.
Anggaran tersebut diumumkan di tengah tantangan ekonomi Inggris, dengan proyeksi pertumbuhan yang melambat antara tahun 2026 dan 2029, defisit anggaran hampir 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), serta inflasi dan pengangguran yang meningkat.
Namun, pengetatan disiplin fiskal diterima secara positif oleh pasar, sebagaimana dibuktikan oleh apresiasi pound terhadap dolar dan euro, sementara imbal hasil obligasi pemerintah sedikit menurun.
Sumber: https://vtv.vn/anh-dat-muc-tieu-thu-them-30-ty-bang-tu-thue-100251128064156931.htm






Komentar (0)