Menurut PhoneArena , Apple menghadapi tantangan hukum baru dari para pemegang sahamnya sendiri. Gugatan class-action diajukan di pengadilan federal pada tanggal 20 Juni, yang menuduh perusahaan tersebut menipu investor tentang fitur kecerdasan buatan yang terkait dengan Siri dan iPhone 16.

Banyak pemegang saham percaya bahwa penundaan Apple dalam meluncurkan fitur AI berdampak negatif pada penjualan iPhone 16 (Gambar: PhoneArena).
Gugatan tersebut menuduh bahwa Apple memberikan informasi yang tidak akurat tentang jangka waktu yang dibutuhkan untuk menghadirkan pembaruan AI yang diperkenalkan perusahaan sebagai bagian dari Apple Intelligence.
Para pemegang saham berpendapat bahwa penundaan tersebut berkontribusi pada penurunan penjualan iPhone, yang pada gilirannya berdampak signifikan pada nilai saham perusahaan.
Gugatan tersebut juga menuduh bahwa para investor telah disesatkan oleh Apple dengan membuat mereka percaya bahwa Apple Intelligence akan menjadi nilai jual utama untuk jajaran iPhone 16, yang menawarkan pengalaman Siri yang lebih cerdas dan lebih nyaman.
Apple dituduh melebih-lebihkan informasi dan ekspektasi pemegang saham pada Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) pada Juni 2024. Situasi ini semakin rumit dengan pengumuman Apple awal tahun ini bahwa mereka akan terus menunda fitur Siri baru hingga tahun 2026.
Dalam wawancara baru-baru ini, dua eksekutif senior Apple, Craig Federighi, Wakil Presiden Senior Rekayasa Perangkat Lunak, dan Greg Joswiak, Wakil Presiden Pemasaran Global, keduanya mengkonfirmasi bahwa perusahaan mengalami kesulitan mengintegrasikan fitur-fitur baru ke dalam Siri.
Apple menyatakan bahwa tujuan perusahaan bukanlah untuk membangun chatbot. Sebaliknya, perusahaan ingin membangun platform AI untuk membantu pengguna dalam semua tugas harian mereka.

Apple dituduh menipu para pemegang saham (Foto: CNet).
Apple Intelligence dirancang dengan model pemrosesan data yang bekerja langsung pada perangkat, dikombinasikan dengan layanan komputasi awan pribadi untuk memastikan keamanan informasi pengguna secara absolut.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman AI yang canggih tanpa mengorbankan privasi. Ini membutuhkan banyak waktu," kata seorang eksekutif senior Apple.
Penundaan peluncuran versi baru Siri menunjukkan bahwa Apple tidak terburu-buru mengejar gelombang AI sebagai perlombaan teknologi semata. Namun, hal ini juga menuai kritik yang cukup besar, karena perusahaan tersebut dianggap tertinggal dari para pesaingnya.
Sumber: https://dantri.com.vn/cong-nghe/apple-bi-kien-vi-that-hua-20250623113407907.htm







Komentar (0)