Segera setelah peluit akhir berbunyi di Puskas Arena dan penalti yang gagal dieksekusi oleh bek Gabriel menghancurkan harapan Arsenal, komunitas olahraga dan platform media sosial di Inggris menyaksikan serangkaian komentar satir yang ditujukan kepada manajer Mikel Arteta dan timnya.
Salah satu contoh utamanya adalah Chelsea Football Club. Hanya beberapa menit setelah final berakhir, klub Stamford Bridge tersebut memposting pesan promosi untuk tur stadion dengan pesan: 'Datang dan kunjungi rumah trofi di London.' Pesan ini disertai dengan gambar trofi Liga Champions, secara implisit menegaskan status Chelsea sebagai satu-satunya klub di ibu kota Inggris hingga saat ini yang telah mencapai puncak sepak bola Eropa (pada tahun 2012 dan 2021).

Chelsea mengunggah komentar yang tampaknya mengejek Arsenal tepat setelah pertandingan berakhir (Screenshot).
Selain klub, beberapa pemain juga membuat unggahan yang menarik perhatian. Striker Manchester City, Erling Haaland, membagikan foto santai tepat setelah pertandingan. Langkah ini ditafsirkan oleh media Inggris sebagai sindiran halus kepada bek tengah Arsenal, Gabriel, yang muncul dari ketegangan dan bentrokan yang sering terjadi antara kedua pemain dalam pertemuan langsung mereka.

Haaland mengunggah foto sambil tersenyum tepat setelah kekalahan Arsenal di final Liga Champions (Screenshot).
Bahkan Crystal Palace, perwakilan lain dari sepak bola Inggris yang baru-baru ini memenangkan Liga Konferensi UEFA, memanfaatkan momen ini untuk membagikan gambar yang disertai dengan kata-kata "Juara Eropa". Meskipun tidak secara langsung menyebut Arsenal, tindakan ini dilihat sebagai pesan yang jelas untuk membandingkan status terkini klub-klub London tersebut.

Crystal Palace juga mengunggah gambar yang mengejek Arsenal (Screenshot).
Reaksi beragam dari publik hanya memperdalam penyesalan Arsenal. Sebelum final, pelatih Mikel Arteta dengan percaya diri menyatakan kepada media: "Sabtu ini, kami akan menjadi juara Eropa." Namun, kekalahan adu penalti yang menentukan memaksa tim Inggris itu untuk mengesampingkan aspirasi bersejarah mereka. Kesenjangan antara harapan dan kenyataan sekali lagi menunjukkan bahwa Arsenal harus bekerja sangat keras untuk memperkuat karakter mereka, mengatasi tekanan psikologis, dan menaklukkan puncak Eropa di musim-musim mendatang.
Sumber: https://congthuong.vn/arsenal-bi-cac-doi-thu-che-gieu-after-the-champions-cup-final-loss-459195.html








Komentar (0)