• Meningkatkan kualitas prosedur administrasi.
  • Selesaikan restrukturisasi prosedur administratif.
  • Pemerintah telah mengeluarkan delapan resolusi untuk mengurangi, mendesentralisasi, dan menyederhanakan prosedur administrasi dan kondisi bisnis.

Peran dan signifikansi Resolusi 66

Resolusi 66 memainkan peran sentral dalam reformasi administrasi. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan oleh bisnis untuk mematuhi prosedur administrasi sebesar 30-50%; sehingga mendorong produksi dan bisnis, serta meningkatkan daya saing nasional.

Tim inspeksi dari Departemen Kehakiman, yang dipimpin oleh Bapak Tran Hoang Loc, Wakil Direktur Departemen Kehakiman (di sebelah kiri), memeriksa pemasangan prosedur administrasi di Komune Ho Thi Ky.

Resolusi ini bertujuan untuk mengimplementasikan kebijakan Partai dan Pemerintah tentang pengurangan dan penyederhanaan prosedur administrasi serta kondisi investasi dan bisnis; menciptakan lingkungan bisnis yang menguntungkan, sehat, dan adil; mendorong inovasi dan modernisasi tata kelola nasional; dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen negara. Dalam konteks ini, warga negara dan pelaku usaha diidentifikasi sebagai pusat, penggerak, dan tujuan pembangunan; dan kepuasan warga negara dan pelaku usaha digunakan sebagai ukuran kualitas layanan yang diberikan oleh lembaga administrasi negara di semua tingkatan. Implementasi harus memastikan "5 poin yang jelas" (orang yang jelas, tugas yang jelas, waktu yang jelas, hasil yang jelas, tanggung jawab yang jelas) untuk memfasilitasi evaluasi, inspeksi, dan pengawasan; sekaligus meningkatkan peran dan tanggung jawab kepala lembaga administrasi negara dalam melaksanakan reformasi prosedur administrasi.

Secara spesifik, tujuan untuk tahun 2026 adalah untuk mengurangi dan menyederhanakan 100% persyaratan investasi dan bisnis yang tidak perlu, tumpang tindih, atau tidak jelas; dan untuk menghapus semua persyaratan investasi dan bisnis untuk sektor-sektor yang tidak termasuk dalam daftar sektor investasi dan bisnis bersyarat berdasarkan Undang-Undang Investasi. Bersamaan dengan itu, tujuannya adalah untuk mengurangi waktu pemrosesan prosedur administratif sebesar 50%, dan mengurangi biaya kepatuhan sebesar 50% dibandingkan dengan tahun 2024; untuk memiliki 100% pelaporan bisnis secara elektronik; untuk memiliki 100% informasi dan dokumen dalam prosedur administratif yang terkait dengan kegiatan produksi dan bisnis yang diberikan hanya sekali kepada instansi negara; dan untuk memiliki 100% prosedur administratif yang memenuhi syarat yang dilakukan secara daring sepenuhnya.

Arahan dari Pemerintah Pusat

Untuk memastikan penyelesaian tepat waktu sesuai arahan Perdana Menteri, Kementerian Kehakiman meminta kementerian, sektor, dan daerah untuk fokus pada peninjauan dan pengajuan kepada otoritas yang berwenang untuk persetujuan rencana pengurangan dan penyederhanaan prosedur administrasi dan kondisi investasi bisnis selama proses penyusunan dan pengesahan dokumen hukum, guna memastikan tercapainya target Pemerintah untuk tahun 2026.