Flick telah memenangkan setiap final yang ia latih. |
Ahli strategi asal Jerman ini bukan hanya sosok berpengaruh di Bayern Munich di masa lalu, tetapi sekarang ia juga menjadi harapan besar bagi Barcelona dalam upaya mereka meraih kejayaan.
Pada tanggal 27 April, di Sevilla, Flick akan memimpin Barcelona ke final ketujuhnya sebagai pelatih – menghadapi Real Madrid di final Copa del Rey. Perlu dicatat, mantan manajer tim nasional Jerman ini telah memenangkan keenam final sebelumnya sebagai pelatih kepala.
Final pertama Flick bersama Barcelona berlangsung pada 12 Januari 2025, Piala Super Spanyol di Jeddah, Arab Saudi. Barca menghancurkan Real Madrid 5-2 – hasil yang mengejutkan bagi banyak penggemar, terutama mengingat tim Catalan harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-56 setelah kiper Szczesny menerima kartu merah. Di bawah tekanan yang sangat besar, Flick tetap tenang dan melakukan penyesuaian taktik yang masuk akal, membantu timnya mengatasi kesulitan dengan cara yang spektakuler.
Sebelum tiba di Camp Nou, Flick memiliki masa yang cemerlang bersama Bayern Munich. Ia memenangkan Piala Jerman 2020 ketika Bayern mengalahkan Bayer Leverkusen 4-2 di Berlin. Bintang-bintang seperti Alaba, Gnabry, dan Lewandowski semuanya mencetak gol dalam pertandingan yang mendebarkan.
Pada final Liga Champions 2020, Flick dan Bayern memenangkan gelar Eropa setelah mengalahkan PSG 1-0 di Lisbon (Portugal). Satu-satunya gol dicetak oleh Kingsley Coman pada menit ke-59, membantu tim Jerman tersebut meraih gelar Eropa keenam mereka.
Akhir pekan ini, Flick memiliki kesempatan untuk memenangkan Copa del Rey bersama Barcelona. |
Pada Piala Super UEFA 2020 melawan Sevilla, Bayern menang 2-1 setelah perpanjangan waktu berkat gol emas dari Javi Martínez. Pada Piala Super Jerman 2020 melawan Dortmund di Allianz Arena, Flick sekali lagi membuktikan kemampuannya untuk membalikkan keadaan saat Bayern menang 3-2, dengan gol penentu kemenangan dicetak oleh Joshua Kimmich pada menit ke-82.
Terakhir, di Piala Dunia Antarklub FIFA 2021, Bayern mengalahkan Tigres Meksiko 1-0 di final di Al-Rayyan, Arab Saudi, dengan satu-satunya gol dicetak oleh Pavard.
Tidak hanya sukses sebagai pelatih kepala, Hansi Flick juga merupakan asisten pelatih Joachim Löw ketika tim nasional Jerman memenangkan Piala Dunia 2014. Saat itu, Jerman mengalahkan Argentina 1-0 di babak perpanjangan waktu di Stadion Maracanã berkat gol bersejarah dari Mario Götze.
Hansi Flick bukanlah sosok yang mencolok atau pamer. Namun dalam pertandingan penentu gelar, ia selalu tahu bagaimana mengambil keputusan yang tepat, mulai dari taktik hingga mentalitas. Enam final, enam gelar – angka yang berbicara banyak tentang seorang pelatih yang telah menjadi simbol keandalan dan efektivitas.
Final mendatang melawan Real Madrid bukan hanya tantangan baru, tetapi juga kesempatan bagi Flick untuk memperkuat status "tak terkalahkan"-nya di momen-momen paling krusial musim ini.
Sumber: https://znews.vn/bac-thay-hansi-flick-post1548490.html






Komentar (0)