Para peneliti dari Universitas Hokkaido (Jepang) menganalisis 27 spesimen paruh gurita fosil yang berasal dari 72-100 juta tahun yang lalu dan membuat penemuan yang mengejutkan: Beberapa di antaranya dulunya memiliki tubuh hingga sepanjang 19 meter, tidak berbeda dengan monster laut yang digambarkan dalam mitologi.
Gurita adalah moluska, jadi tubuh mereka kemungkinan besar tidak akan terawetkan sebagai fosil. Namun, mereka memiliki satu ciri yang kokoh: paruh yang mirip dengan paruh burung beo.
Itulah yang digunakan para ilmuwan Jepang untuk mempelajari spesies gurita purba. Mereka menganalisis 15 spesimen gurita fosil yang diawetkan di museum dan 12 spesimen lainnya yang baru-baru ini digali.

Gurita raksasa dari periode Cretaceous - Gambar grafis: UNIVERSITAS HOKKAIDO
Menurut artikel yang diterbitkan di Science , semua spesimen ini termasuk dalam dua spesies yang dikenal, Nanaimoteuthis jeletzkyi dan Nanaimoteuthis haggarti, gurita purba yang hidup selama periode Cretaceous, yang juga merupakan zaman keemasan dinosaurus.
Dari paruh ini, para penulis memperkirakan ukuran tubuh hewan tersebut berdasarkan model yang detail. Hasilnya mengejutkan: Dari dua spesies tersebut, spesies yang lebih besar, Nanaimoteuthis haggarti – yang fosilnya telah ditemukan di Jepang dan Kanada – memiliki panjang antara 7 dan 19 meter.
Sebagai perbandingan, sebagian besar perkiraan ukuran Megalodon yang telah punah adalah sekitar 13-18 meter, sedangkan mosasaurus terbesar yang diketahui mencapai ukuran maksimum 17 meter.
Moluska terbesar yang masih hidup di dunia adalah cumi-cumi raksasa, yang dapat tumbuh hingga panjang 12-13 meter, sedangkan hewan terbesar saat ini adalah paus biru, yang dapat mencapai panjang lebih dari 30 meter.
Dengan panjang tubuhnya dan struktur tubuh yang menyerupai gurita, monster laut Nanaimoteuthis haggarti hampir dipastikan merupakan predator puncak di lautan tempat ia pernah hidup.
Yang lebih berbahaya, ia mungkin sangat cerdas. Beberapa fosil, terutama spesimen terbesar, lebih aus di satu sisi, yang bisa menjadi bukti "dominasi tangan," artinya satu sisi tubuh lebih fleksibel, mirip dengan manusia.
Hal ini hanya dapat terjadi pada organisme yang memiliki otak yang berkembang dengan baik dan kemampuan kognitif yang tinggi.
Penemuan baru ini menunjukkan bahwa "gurita monster" raksasa dan licik dalam mitologi dan film mungkin bukan sekadar khayalan.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/bach-tuoc-quai-vat-dai-19-m-lo-dien-o-nhat-ban-1722604280721021.htm








Komentar (0)