Selama acara tersebut, tamu Thai Chau (30 tahun) berbagi kisah mengharukan tentang seorang temannya. Setelah menerima dukungan finansial dari keluarganya untuk belajar di luar negeri, ia kembali ke Vietnam untuk memulai bisnis, tetapi sayangnya bangkrut karena pandemi Covid-19. Tanpa uang sepeser pun, ia terpaksa tinggal bersama keluarga istrinya. Meskipun bekerja keras, mengemudi untuk layanan transportasi daring, dan mengurus pekerjaan rumah tangga, ia tetap menghadapi tekanan besar dari sikap dingin dan skeptis ibu mertuanya, yang menyebabkan perasaan rendah diri dan menarik diri.

Para tamu berbagi kisah mereka.
Di bawah bimbingan pembawa acara Hai Yen dan To Nhi A, alur cerita secara bertahap terungkap. Psikolog To Nhi A menunjukkan bahwa tragedi tersebut bukan terletak pada tindakan "tinggal bersama keluarga istri," melainkan pada status korban yang dipaksakan sendiri oleh tokoh tersebut, bekerja dengan sikap pasrah, kurang inisiatif dan berbagi, serta gagal mengungkapkan aspirasi masa depannya.

Psikolog Dr. To Nhi A dan penyanyi Hai Yen menganalisis isu-isu dalam kisah sang tamu.
Program ini menyampaikan pesan yang bermakna tentang menghilangkan label-label prasangka yang sudah usang. Dalam masyarakat modern, tinggal bersama keluarga istri adalah hal yang sepenuhnya normal. Hal terpenting bagi seorang pria untuk menegaskan maskulinitasnya adalah mengubah pola pikirnya, secara proaktif mengambil tanggung jawab, dan menghadapi dirinya sendiri untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.
Sumber: https://htv.vn/ban-linh-doi-mat-tap-30-222260525120424115.htm







Komentar (0)