Menjelang sore hari, tepat sebelum Tahun Baru Imlek Tahun Kuda, halaman Sekolah Pelatihan Perwira Teknik Militer tampak sangat ramai dan meriah. Deretan meja tertata rapi, memajang semua bahan untuk membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam): daun dong hijau segar, beras ketan putih, kacang hijau kuning keemasan, dan daging babi segar yang lezat. Suasana meriah menyelimuti seluruh barak, membawa serta kehangatan musim semi yang akan segera tiba.
![]() |
| Para anggota berkompetisi dalam membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam). |
Kompetisi membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam) tahun ini menampilkan lima tim, masing-masing terdiri dari lima anggota dari Sekolah Perwira Teknik Militer dan berbagai unit serta daerah di wilayah tersebut. Terlepas dari posisi dan usia mereka yang berbeda, semuanya memiliki antusiasme dan tekad yang sama untuk menciptakan banh chung yang mewujudkan cita rasa tradisional Tet (Tahun Baru Vietnam).
Setelah aba-aba pembukaan, tim-tim dengan cepat memulai kompetisi. Setiap langkah dilakukan dengan serius dan benar: mencuci beras, memarinasi daging, memilih daun, melipat kue, mengikat tali… Tangan yang terbiasa dengan lapangan latihan dan ruang kelas kini menjadi lembut dan terampil saat mereka mengerjakan setiap lembar daun pisang. Beberapa peserta pelatihan awalnya ragu-ragu dengan beberapa gerakan pertama, tetapi setelah beberapa kali dibimbing oleh petugas dan penduduk setempat, tindakan mereka menjadi lebih mahir.
![]() |
| Para perwira dan staf Sekolah Perwira Teknik Militer serta perkumpulan wanita lingkungan Go Vap berkompetisi dalam membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam). |
Sersan Le Hoang Hai, seorang mahasiswa tahun pertama yang mengambil spesialisasi senjata infanteri, berbagi: “Kami banyak belajar tentang tradisi nasional kami, tetapi ketika kami secara langsung berpartisipasi dalam pembuatan banh chung (kue beras tradisional Vietnam) seperti ini, nilai-nilai tersebut menjadi sangat dekat dan nyata. Ini adalah kenangan indah selama masa studi kami.”
Ibu Le Thi Diem, anggota Serikat Wanita Kelurahan Go Vap (Kota Ho Chi Minh ), yang ikut serta dalam kompetisi tersebut, menyatakan: "Bisa membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam) bersama para tentara di barak sangat menyenangkan dan mengharukan. Para peserta pelatihan sopan, antusias, dan memperlakukan kami seperti keluarga. Kegiatan seperti ini semakin memperkuat ikatan antara militer dan masyarakat."
![]() |
| Pertunjukan barongsai merupakan bagian dari program tersebut. |
Lebih dari sekadar kompetisi populer, kontes ini juga menetapkan standar tinggi untuk kualitas dan kebersihan makanan. Para juri memantau setiap langkah dengan cermat, mulai dari persiapan bahan hingga produk akhir. Kue beras yang dibungkus rapi dan diikat rapat, ketika dimasak, dijamin lembut, harum, dan berwarna hijau, menunjukkan tanggung jawab dan keterampilan setiap tim yang berkompetisi.
![]() |
| Nikmati permainan rakyat tradisional. |
Selain lomba membungkus dan memasak kue beras, Sekolah Perwira Teknik Militer juga mengkoordinasikan banyak kegiatan budaya dan seni, tarian singa dan naga, serta permainan rakyat yang meriah. Lagu dan tarian yang memuji Partai, Presiden Ho Chi Minh, Tentara Rakyat Vietnam yang heroik, dan tanah air bergema dengan lantang. Permainan rakyat seperti tarik tambang, balap karung, dan menangkap bebek dengan mata tertutup menarik banyak perwira, siswa, dan penduduk setempat, menciptakan suasana gembira dan antusias.
![]() |
| Kegembiraan para perwira, prajurit, peserta pelatihan, dan anggota perkumpulan wanita dari lingkungan Go Vap pada program tersebut. |
Kolonel Hoang Dang Van, Sekretaris Komite Partai dan Komisaris Politik Sekolah Perwira Teknik Militer, dengan antusias menyatakan: “Kompetisi membungkus kue beras merupakan kegiatan bermakna yang berkontribusi dalam mendidik tentang tradisi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan perwira, siswa, dan prajurit. Pada saat yang sama, ini juga merupakan kesempatan untuk memperkuat solidaritas dan hubungan erat antara sekolah dan unit, daerah, dan masyarakat di wilayah tersebut. Kue beras hijau semakin memperkuat ikatan antara militer dan masyarakat.”
Bagi banyak peserta pelatihan, terutama mereka yang merayakan Tet jauh dari keluarga untuk pertama kalinya, kompetisi ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Kopral Nguyen Cong Tuyen, seorang peserta pelatihan senjata infanteri tahun pertama, berbagi: "Tidak pulang ke rumah untuk Tet agak menyedihkan, tetapi berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini membuat kami merasa lebih hangat, mengurangi rasa rindu kampung halaman, dan membuat kami semakin mencintai lingkungan militer."
Di akhir kompetisi, kue ketan hijau yang terpilih disumbangkan kepada keluarga penerima bantuan pemerintah dan mereka yang berada dalam keadaan sulit di daerah tersebut. Setiap kue bukan hanya hadiah materi, tetapi juga mengandung kasih sayang, berbagi, dan tanggung jawab staf dan siswa sekolah terhadap masyarakat.
Dalam kehidupan perkotaan modern, kegiatan yang kaya akan budaya seperti kompetisi membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam) di Sekolah Perwira Teknik Militer telah berkontribusi dalam melestarikan semangat Tet Vietnam (Tahun Baru Imlek), mempererat ikatan antara militer dan masyarakat, sehingga setiap musim semi, barak militer benar-benar menjadi rumah yang hangat dan penuh kasih sayang bagi militer dan warga sipil.
Sumber: https://www.qdnd.vn/quoc-phong-an-ninh/xay-dung-quan-doi/banh-chung-xanh-tham-tinh-quan-dan-1026315











Komentar (0)