Kuliner Ca Mau menampilkan beragam kue dan pastri tradisional, yang mencerminkan identitas unik wilayah Selatan. Foto: TRIEU CHAU
Masukan yang dibagikan oleh para wisatawan tersebut juga menawarkan wawasan berharga untuk penyelenggaraan festival makanan di masa mendatang.
Faktanya, di banyak negara dengan pariwisata yang maju seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Tiongkok, festival makanan bukan hanya tempat untuk menjual makanan, tetapi juga menciptakan ruang untuk pengalaman budaya melalui demonstrasi memasak, gambar, video, dan cerita yang memperkenalkan asal-usul hidangan tersebut.
Ini adalah sesuatu yang pasti bisa dilakukan Ca Mau, karena banyak kue tradisionalnya sudah memiliki cerita budaya uniknya sendiri.
Menara bakpao kukus berbentuk buah persik melambangkan harapan akan umur panjang dan reuni keluarga. Foto: Chaozhou
Sebagai contoh, "an tho cui" (bakpao kukus berbentuk buah persik) dari komunitas Tionghoa di Ca Mau melambangkan aspirasi untuk umur panjang dan kebersamaan, sekaligus mewakili ikatan keluarga dan komunitas melalui citra menara bakpao yang saling terhubung. Bakpao ini sering ditampilkan dalam perayaan ulang tahun, upacara keagamaan, dan kelahiran dewa-dewa.
Kue jahe (disebut Num Khnhây), makanan khas Khmer, terbuat dari tepung beras ketan dan telur, dibentuk seperti akar jahe bercabang banyak, kemudian digoreng hingga berwarna cokelat keemasan dan dilapisi gula. Gambar akar jahe melambangkan kesuburan, kebahagiaan, dan aspirasi akan kelimpahan. Rasa jahe yang pedas namun manis dan harum juga menyampaikan makna berbagi dan kebersamaan dalam hidup, seperti yang diungkapkan dalam pepatah, "Jahe itu pedas, garam itu asin, janganlah kita saling melupakan."
Para wisatawan mempelajari dan menikmati kue jahe khas masyarakat Khmer di Pagoda Chua Giua (komune Hung Hoi). Foto: TRIEU CHAU
Selain itu, banyak hidangan mencerminkan pertukaran budaya antara komunitas Kinh, Khmer, dan Tionghoa di wilayah selatan Vietnam.
Sebagai contoh, hidangan mi beras Ngan Dua (Komune Hong Dan), dengan mi putihnya yang lembut, adalah hidangan khas masyarakat Khmer, yang dipadukan dengan shumai ala Tiongkok dan daging babi panggang, serta saus ikan asam manis yang kaya rasa khas masyarakat Kinh, menciptakan hidangan yang harmonis dalam hal warna, aroma, dan rasa.
Kue-kue berbentuk bunga khas komunitas Tionghoa di Ca Mau mencerminkan budaya kuliner mereka yang unik. Foto: TRIEU CHAU
Jelas bahwa suatu hidangan menjadi lebih menarik ketika wisatawan tidak hanya menikmati rasanya tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya di balik kue tradisional tersebut. Meskipun kue tradisional dari berbagai daerah di Vietnam Selatan memiliki banyak kesamaan, identitas unik inilah yang menciptakan daya tarik khas kue tradisional Ca Mau.
Oleh karena itu, menciptakan ruang di mana wisatawan dapat secara langsung mengamati proses persiapan makanan dan mendengarkan cerita rakyat serta adat istiadat yang terkait dengan hidangan tersebut akan menjadi arah yang diperlukan untuk meningkatkan nilai dan daya saing pariwisata kuliner lokal.
Lam Hy
Sumber: https://baocamau.vn/banh-dan-gian-can-them-cau-chuyen-van-hoa--a128398.html

Para wisatawan menikmati banh beo (kue beras kukus) di Festival Kue Tradisional Selatan (kelurahan Bac Lieu). Foto: TRIEU CHAU





