- Kue tradisional yang lezat dan menarik secara visual.
- Festival Kue Tradisional Vietnam Selatan ke-4 tahun 2024 merupakan acara yang meriah.
- Para saudari itu terampil membuat kue-kue tradisional.
- Tim dari Dusun 6, Komune Tri Phai, memenangkan hadiah pertama dalam kompetisi membungkus kue Tet dan membuat kue tradisional.
Di usianya yang hampir 70 tahun, Ibu Pham Thi Nam (Dusun Tan Hung, Komune Ly Van Lam, Kota Ca Mau ) masih tetap menekuni kerajinan membuat kue daun kelapa. Menurut Ibu Nam, ia belajar membuat kue daun kelapa sejak masih sangat muda, ketika ia, ibunya, dan perempuan-perempuan lain di dusun tersebut membuat kue untuk dikirim kepada para tentara. Ia masih mengingat suasana itu hingga hari ini. Setelah negara bersatu, ia menikah, dan selain bertani, ia juga membuat dan menjual kue untuk menambah penghasilannya, membesarkan anak-anaknya, dan melestarikan kerajinan tersebut hingga saat ini.
Setiap hari, Ibu Pham Thi Nam (kiri) dan putrinya dengan tekun membuat dan menjual kue daun kelapa. Ini adalah profesi yang telah ia geluti sejak masa mudanya.
Kue daun kelapa dibuat dari bahan-bahan yang sangat familiar dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di Vietnam Selatan, seperti beras ketan, pisang, kacang-kacangan, kelapa, dan daun kelapa. Melalui tangan terampil dan pengalaman Ibu Nam, beliau telah menciptakan kue yang dicintai banyak orang. Di dapur beliau yang luas dan lapang, Ibu Nam dan putrinya dengan tekun membuat kue daun kelapa setiap hari.
Saat ini, kue-kue tradisional didukung oleh para penikmat kuliner dari dekat maupun jauh, serta mendapat perhatian dari pemerintah daerah dalam mengembangkan kerajinan tradisional ini, yang telah memotivasi banyak keluarga untuk melestarikan kerajinan tersebut.
Kue ketan kelapa dan kue-kue tradisional Vietnam lainnya telah lama menjadi bagian dari kehidupan keluarga Ibu Nguyen Thi Ngoc Thuy (Dusun 2, Kelurahan 1, Kota Ca Mau). Ibu Thuy berbagi bahwa ia mempertahankan kerajinan ini bukan hanya untuk mata pencaharian, tetapi juga karena ini adalah pekerjaan keluarga tradisional.
Ibu Nguyen Thi Ngoc Thuy (kanan) adalah generasi ketiga dalam keluarganya yang melanjutkan tradisi pembuatan kue ketan kelapa dan kue-kue tradisional Vietnam lainnya.
"Kue-kue yang saya buat mungkin bukan hal baru, tetapi memiliki cita rasa tradisional yang kaya dan karakter yang unik. Keunikan itu telah diwariskan dari nenek saya," ungkap Ibu Thuy. Meskipun tidak terlalu kaya, profesi pembuat kue tradisional telah memberikan kehidupan yang stabil bagi keluarganya.
Kue tradisional Vietnam sangat beragam, mulai dari namanya hingga cara pembuatannya, namun bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan. Saat ini, meskipun pasar semakin dibanjiri kue-kue Barat modern yang berdesain elegan, kue tradisional masih memegang tempat penting dalam menu banyak orang. Oleh karena itu, mereka yang bersemangat membuat kue tradisional dengan teliti dan tekun mengerjakan setiap tahap prosesnya, memasok pasar dengan produk berkualitas tinggi. Mereka membuat kue dengan tangan bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan tetapi juga untuk mengekspresikan perasaan dan melestarikan nilai-nilai budaya kuliner tradisional dari zaman dahulu.
Bánh ít, hidangan yang familiar dari Delta Mekong, sering disajikan pada upacara peringatan keluarga.
Dengan tangan terampilnya, Ibu Thai Thi Thuy Loan (Dusun 3, Desa Tri Phai, Kabupaten Thoi Binh) melestarikan kerajinan pembuatan kue bolu, berkontribusi dalam menciptakan mata pencaharian dan meningkatkan pendapatan keluarganya.
Para wanita dari komune Tri Luc dan Tri Phai, distrik Thoi Binh, berpartisipasi dalam kompetisi membungkus kue Tet untuk memperingati ulang tahun ke-70 penggabungan kembali ke Utara (1954-2024).
Warna-warna mencolok dari kue ketan lima warna.
Van Dum
Sumber: https://baocamau.vn/banh-dan-gian-van-do-lua--a36645.html






Komentar (0)