
Tradisi ini bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga pengingat bagi setiap jurnalis untuk selalu menyadari tanggung jawab mereka terhadap Tanah Air, Rakyat, kebenaran sejarah, dan takdir bangsa. Nilai jurnalisme revolusioner ditegaskan oleh keberanian, tanggung jawab politik , dan standar ketat yang ditetapkan oleh para penulis itu sendiri.
Jurnalisme ini harus sesuai dengan namanya sebagai Jurnalisme Revolusioner.
Setelah 101 tahun terbentuk dan berkembang, kata "revolusioner" dalam jurnalisme revolusioner Vietnam bukan hanya sumber kebanggaan tradisional tetapi juga menegaskan sifat politiknya, cita-cita pengabdian, dan tanggung jawab historis terhadap negara dan rakyatnya. Ini bukan sebutan untuk masa lalu, tetapi standar bagi setiap generasi jurnalis untuk terus merenungkan dan meningkatkan diri.
Sejak Presiden Ho Chi Minh mendirikan surat kabar Thanh Nien (Pemuda) pada tahun 1925, jurnalisme didefinisikan sebagai alat yang melayani tujuan revolusioner, dengan menjadikan kepentingan bangsa, rakyat, dan negara sebagai prinsip panduannya. Oleh karena itu, nilai inti jurnalisme revolusioner terletak pada kejujuran dalam merefleksikan realitas, mendampingi rakyat, dan berkontribusi pada pembangunan negara.
Karakter revolusioner tidak ditentukan oleh nama atau tradisi, tetapi harus tercermin dalam orientasi informasi, penghormatan terhadap kebenaran, dan tanggung jawab sosial dari setiap karya. Ketika jurnalisme mengejar sensasionalisme, menarik pembaca, atau mengejar kepentingan sempit, ia akan kehilangan kredibilitas dan menyimpang dari sifat hakikinya.
Dalam konteks media digital dan persaingan informasi yang semakin sengit, jurnalis harus menjunjung tinggi integritas politik, etika profesional, dan rasa tanggung jawab mereka. Hanya dengan selalu menempatkan bangsa, rakyat, dan kebenaran di atas segalanya, jurnalisme dapat terus memenuhi tradisi dan misinya yang mulia.
Kita harus berdiri bersama isu-isu utama yang dihadapi negara ini.
Inti sari jurnalisme revolusioner adalah hubungannya dengan nasib bangsa; oleh karena itu, jurnalis tidak dapat tetap terlepas dari isu-isu utama negara. Dalam menghadapi momen-momen penting, kebijakan strategis, atau tantangan pembangunan, pers perlu menunjukkan komitmen, tanggung jawab, dan tindakan; ketidakpedulian atau penghindaran akan mengurangi peran sosialnya dan bertentangan dengan misi profesi tersebut.
Berdiri di sisi bangsa berarti, pertama dan terutama, berdiri di sisi realitas. Jurnalis harus tetap dekat dengan kehidupan, mendengarkan rakyat, dan secara jujur merefleksikan pencapaian, kesulitan, dan aspirasi pembangunan untuk menyebarkan semangat inovasi, mendorong nilai-nilai positif, dan menginspirasi kemauan untuk berjuang demi kemajuan.
Pers juga perlu berpartisipasi aktif dalam arus politik, ekonomi , budaya, dan sosial melalui perannya dalam menyediakan informasi, analisis, dan koneksi, menciptakan forum dialog antara warga negara, para ahli, dan lembaga pemerintah, sehingga memperkuat konsensus sosial dan mendorong persatuan nasional.
Di era digital, jurnalisme tidak hanya harus mencerminkan tetapi juga membimbing opini publik dengan informasi yang terverifikasi, objektif, dan bertanggung jawab. Terutama dalam menghadapi isu-isu kompleks, jurnalisme arus utama perlu memimpin dengan kecepatan, akurasi, dan transparansi, berkontribusi dalam membangun kepercayaan dan menemukan solusi untuk masalah-masalah umum negara.
Kita harus memimpin dalam menjelaskan dan membentuk opini publik.
Di era digital, di mana informasi menyebar dalam hitungan detik dan media sosial menciptakan opini publik secara instan, jurnalisme revolusioner tidak bisa hanya melaporkan setelah peristiwa terjadi. Jurnalisme revolusioner harus secara proaktif memberikan informasi yang akurat, menjelaskan kebijakan, menganalisis hakikat isu, dan membimbing persepsi publik. Kehadiran jurnalisme arus utama yang tepat waktu sangat penting dalam mencegah berita palsu, spekulasi, dan disinformasi yang mengganggu opini publik.
Menjadi yang terdepan bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang keakuratan, kelengkapan, dan persuasi. Pers perlu dengan cepat mengidentifikasi isu-isu yang menjadi perhatian publik, mencerminkan sentimen masyarakat, menyediakan informasi yang terverifikasi, dan menciptakan ruang untuk dialog yang konstruktif. Bersamaan dengan itu, menjelaskan kebijakan dan pedoman dalam bahasa yang jelas dan berbasis ilmiah akan membantu menjembatani kesenjangan antara keputusan kebijakan dan realitas, memperkuat konsensus sosial.
Dalam lingkungan media yang beragam, membentuk opini publik bukanlah tentang memaksakan cara berpikir sendiri, melainkan tentang membantu publik mengakses kebenaran melalui informasi yang akurat, penalaran objektif, dan analisis komprehensif. Melalui hal ini, jurnalisme berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan membedakan antara informasi yang benar dan salah, serta meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap informasi yang berbahaya.
Oleh karena itu, jurnalisme revolusioner tidak hanya mencerminkan realitas tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membimbing persepsi publik dengan kebenaran, akal sehat, dan rasa tanggung jawab, berkontribusi pada penguatan kepercayaan publik, peningkatan konsensus sosial, dan menciptakan landasan bagi pembangunan berkelanjutan negara.
Kita harus berani dan gagah dalam membela kebenaran demi pembangunan bangsa.
Keberanian dan integritas adalah kualitas inti seorang jurnalis revolusioner. Ini mencakup tidak hanya pendirian politik yang teguh, tetapi juga kemampuan untuk mempertahankan kejujuran, objektivitas, dan tanggung jawab profesional dalam menghadapi segala tekanan, selalu memprioritaskan kebenaran dan kepentingan rakyat di atas keuntungan pribadi.
Keberanian dalam jurnalisme bukanlah tentang menciptakan konfrontasi atau mengeksploitasi kontroversi untuk menarik perhatian, tetapi tentang berani membela apa yang benar, menyuarakan isu-isu penting, dan terus-menerus mengejar kebenaran dengan semangat konstruktif. Setiap karya jurnalistik harus didasarkan pada bukti yang kredibel, mencerminkan kebenaran dan objektivitas, serta tidak dipengaruhi oleh prasangka atau kepentingan pribadi.
Ketika mengungkap isu-isu negatif atau kekurangan, pers perlu merefleksikannya secara objektif, berkontribusi pada peningkatan transparansi, penguatan disiplin, dan peningkatan kepercayaan sosial. Pada saat yang sama, melindungi kebenaran membutuhkan perspektif yang komprehensif, menghindari baik pengagungan prestasi maupun eksploitasi aspek negatif secara bias atau sensasional.
Yang lebih penting lagi, tujuan utama jurnalisme bukanlah kritik, melainkan pembangunan dan penciptaan. Melawan kesalahan untuk melindungi kebenaran, menunjukkan kekurangan untuk perbaikan, dan merefleksikan kebenaran untuk memperkuat kepercayaan dan menciptakan momentum bagi pembangunan berkelanjutan negara adalah ekspresi tertinggi dari karakter dan tanggung jawab sosial jurnalis revolusioner.
Kita harus menjaga integritas seorang jurnalis revolusioner dalam menghadapi semua tekanan dan pengaruh eksternal.
Dalam konteks globalisasi dan ledakan media digital, jurnalis revolusioner menghadapi berbagai tekanan terkait informasi, ideologi, dan kepentingan ekonomi. Oleh karena itu, menjaga integritas politik, pemikiran independen, dan komitmen teguh untuk mengabdi kepada Tanah Air dan Rakyat adalah persyaratan yang sangat penting.
Integritas ini ditunjukkan dengan tidak mengejar tren atau opini publik yang tidak terverifikasi, tetapi selalu menganalisis dan mengevaluasi peristiwa berdasarkan fakta, alasan, dan tanggung jawab sosial. Hanya dengan pendirian yang teguh dan pemikiran independen, pers dapat secara efektif memenuhi perannya dalam membimbing dan membentuk opini publik.
Dalam ekonomi digital, terlepas dari meningkatnya tekanan untuk mendapatkan tayangan dan keterlibatan, nilai jurnalisme tetap harus ditegaskan melalui keandalan, akurasi, dan kontribusi positifnya kepada masyarakat. Mengejar sensasionalisme, menarik pembaca, atau memprioritaskan algoritma daripada kebenaran akan mengurangi fungsi edukatif, kritis, dan pembimbing dari jurnalisme revolusioner.
Menjaga integritas juga berarti secara selektif menyerap pengetahuan dan pengalaman internasional, memastikan keseimbangan antara integrasi dan pelestarian kepentingan serta identitas nasional. Di atas segalanya, jurnalis harus setia pada kebenaran, kepentingan nasional, dan hak-hak sah rakyat, menjunjung tinggi etika profesional dan independensi dalam menghadapi segala tekanan. Inilah landasan bagi Pers Revolusioner Vietnam untuk terus memainkan peran pelopor di bidang ideologi dan budaya di era baru.
Kita harus menyebarkan kebaikan dan membangkitkan aspirasi nasional.
Misi jurnalisme revolusioner bukan hanya untuk mencerminkan realitas tetapi juga untuk berkontribusi dalam membangun nilai-nilai positif dalam masyarakat. Setiap karya jurnalistik harus dilakukan dengan rasa tanggung jawab, bertujuan untuk menumbuhkan iman, menginspirasi dedikasi, dan menyebarkan kebaikan, bukan mengejar sensasionalisme atau perhatian sesaat.
Menyebarkan nilai-nilai positif bukan berarti menghindari batasan, melainkan mengetahui cara menghargai teladan biasa, tindakan baik, model inovatif, dan individu yang berkontribusi secara diam-diam. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan berkontribusi dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan menginspirasi masyarakat.
Pers juga memiliki tanggung jawab untuk menginspirasi patriotisme, kebanggaan nasional, dan aspirasi pembangunan dengan merefleksikan pencapaian inovasi, pelajaran sejarah, inisiatif masyarakat, dan orang-orang yang berani berpikir dan bertindak. Melalui hal ini, pers berkontribusi dalam menumbuhkan kemandirian dan motivasi untuk membangun dan membela bangsa.
Dalam konteks informasi yang saling bertentangan, kepercayaan publik harus dibangun atas dasar informasi yang benar, objektif, dan mendalam, bukan dengan mempermanis kenyataan. Oleh karena itu, menyebarkan nilai-nilai positif dan menginspirasi aspirasi nasional merupakan tanggung jawab sosial dan nilai inti jurnalisme revolusioner, yang berkontribusi pada penguatan kepercayaan dan menciptakan momentum bagi pembangunan berkelanjutan negara.
Kita harus mempertahankan peran utama di bidang ideologi dan budaya.
Dalam konteks media digital yang berkembang pesat, di mana setiap individu dapat menjadi sumber penyebaran informasi, peran jurnalisme revolusioner menjadi semakin penting. Nilai jurnalisme arus utama terletak bukan pada keuntungan memonopoli informasi, tetapi pada kemampuannya untuk menyediakan konten yang terverifikasi, analisis objektif, dan melayani kepentingan bersama negara. Profesionalisme, tanggung jawab, dan keandalanlah yang menjadi landasan bagi jurnalisme untuk mempertahankan posisi terdepannya di bidang ideologi dan budaya.
Untuk memenuhi peran tersebut, jurnalisme tidak hanya membutuhkan kecepatan tetapi juga akurasi dan kedalaman. Dalam persaingan melawan berita palsu dan disinformasi, kecepatan harus berjalan seiring dengan verifikasi yang ketat, analisis multi-aspek, dan argumentasi yang persuasif. Hanya dengan menciptakan nilai yang berbeda dalam hal kualitas dan kedalaman, jurnalisme arus utama dapat mempertahankan kepercayaan dan pengaruhnya di mata publik.
Mempertahankan peran arus utama juga mengharuskan pers untuk secara proaktif melindungi nilai-nilai fundamental bangsa, memperkuat konsensus sosial, dan membantah informasi yang salah dengan fakta, bukti, dan semangat dialog yang bertanggung jawab. Kekuatan pers tidak berasal dari memaksakan pandangannya, tetapi dari kemampuannya untuk membujuk publik melalui transparansi dan kredibilitas.
Yang lebih penting lagi, status arus utama bukanlah hak istimewa yang melekat, melainkan hasil dari inovasi dan peningkatan diri. Setiap organisasi media dan jurnalis perlu terus meningkatkan keahlian mereka, menguasai teknologi, berinovasi dalam metode komunikasi, dan memperkuat interaksi dengan publik, sambil tetap teguh pada etika profesional dan tanggung jawab sosial.
Pada akhirnya, kekuatan jurnalisme revolusioner diukur dari kepercayaan rakyat. Dengan secara konsisten berdiri bersama bangsa, membela kebenaran, dan berjuang untuk kebaikan bersama, jurnalisme akan terus mempertahankan peran utamanya di bidang ideologi dan budaya serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan negara.
Lebih dari satu abad pembentukan dan perkembangan telah menegaskan bahwa Pers Revolusioner Vietnam bukan hanya lembaga media, tetapi juga bagian penting dari garis depan ideologis dan budaya, yang selalu menyertai titik balik bangsa. Nilai inti pers ini terletak bukan pada kecepatan penyampaian berita atau jangkauan teknologi, tetapi pada ketajaman politik, semangat pengabdian, kesetiaan pada kebenaran, dan tanggung jawab kepada Tanah Air dan Rakyat.
Dalam konteks transformasi digital dan persaingan informasi yang semakin ketat, misi jurnalis menjadi semakin menantang namun juga mulia. Jurnalisme revolusioner harus memimpin dalam mengidentifikasi dan menjelaskan isu-isu kehidupan, terus-menerus membela kebenaran, menyebarkan nilai-nilai positif, memperkuat kepercayaan sosial, dan menginspirasi aspirasi untuk pembangunan nasional. Untuk mencapai hal ini, setiap penulis harus terus-menerus mengembangkan etika profesional, keahlian, dan pemikiran inovatif mereka, sehingga mampu menguasai teknologi modern sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar jurnalisme.
Pada akhirnya, kekuatan jurnalisme revolusioner tidak diukur dari jumlah tayangan atau tingkat perhatian media, tetapi dari kemampuannya membangun kepercayaan, membimbing opini publik, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan bangsa. Dengan selalu mengutamakan kepentingan negara dan rakyat di atas segalanya, tetap teguh dalam mengejar kebenaran, dan terus berinovasi untuk memenuhi tuntutan zaman, jurnalisme revolusioner akan terus menjunjung tinggi tradisinya yang gemilang dan memenuhi misi mulianya dalam memimpin bangsa menuju masa depan dengan mantap.
Sumber: https://vtv.vn/bao-chi-cach-mang-phai-dong-hanh-cung-dan-toc-100260627081141444.htm







