Pada dini hari tanggal 22 Juni, di Hard Rock Stadium (Miami, AS), tim Tanjung Verde menampilkan gaya bermain tanpa hambatan melawan skuad bertabur bintang Uruguay. Meskipun tertinggal 2-1, semangat juang tim Afrika tersebut tetap tak tergoyahkan.
Hasil imbang 2-2 tidak hanya mencerminkan kualitas permainan tetapi juga menandai tonggak sejarah bagi Cape Verde dengan gol pertama mereka di Piala Dunia .

Pers dunia terkesan dengan penampilan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 (Foto: Getty).
Media Spanyol, khususnya Marca, menyebut ini sebagai "dongeng Piala Dunia tahun ini." Bagi tim yang berpartisipasi dalam turnamen untuk pertama kalinya, disiplin dan kepercayaan diri dalam eksekusi taktik benar-benar terbukti menjadi tantangan bagi "tim-tim besar" yang kesulitan meraih kemenangan.
Berbeda dengan Tanjung Verde, Uruguay sedang mengalami masa sulit. Surat kabar AS menyatakan: "Tanjung Verde adalah tim yang akan membalikkan peta persaingan Piala Dunia 2026. Uruguay tidak menunjukkan dominasi yang biasanya mereka tunjukkan melawan tim-tim berperingkat lebih rendah; mereka bermain buruk dan memojokkan diri sendiri."
Setelah hanya mengamankan 2 poin dari 2 pertandingan, mantan juara dunia itu menghadapi risiko eliminasi dini jika mereka tidak mampu meraih hasil yang baik melawan Spanyol di pertandingan terakhir.
Di Piala Dunia tahun ini, hanya sedikit tim yang memberikan kesan lebih kuat daripada Cape Verde. Surat kabar Inggris Independent tanpa ragu menyebut hasil imbang mereka melawan Uruguay sebagai "kejutan kedua berturut-turut" setelah mereka menahan imbang Spanyol di pertandingan pembukaan mereka.

Tanjung Verde memegang kendali atas nasibnya sendiri terkait kualifikasi ke babak 32 besar (Foto: Getty).
Yang membuat para ahli terkesan bukanlah hanya skornya, tetapi juga cara mereka bermain. "Cape Verde bermain sportif, saling berbalas serangan dan tidak menunjukkan rasa takut dalam menghadapi bintang-bintang kelas dunia," tulis surat kabar itu.
Situasi di Grup H menjadi sangat sulit diprediksi, dengan keempat tim masih memiliki peluang untuk lolos. Namun, Tanjung Verde memegang hak penentuan nasib sendiri. Kemenangan melawan Arab Saudi di Houston (AS) akan mengakhiri semua keraguan dan secara resmi mengamankan tempat perwakilan Afrika di Babak 16 Besar.
Penampilan Cape Verde telah membuat Piala Dunia 2026 menjadi tidak terduga, sebuah bukti keindahan sepak bola, di mana keyakinan, disiplin, dan kerja sama tim dapat menjembatani kesenjangan prestise apa pun.
Tim ini, yang tampil perdana di Piala Dunia, akan mengakhiri kampanye babak penyisihan grup dengan pertandingan melawan Arab Saudi di Stadion Houston (AS) pada pukul 7:00 pagi tanggal 27 Juni.
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/bao-chi-the-gioi-cape-verde-lam-dao-lon-trat-tu-o-world-cup-2026-20260622142406327.htm






























































