![]() |
Real Madrid dilanda masalah cedera. |
Di Bernabeu, diyakini bahwa jadwal yang padat, terutama Piala Dunia Antarklub FIFA, telah melemahkan kondisi fisik tim sejak awal.
Musim bahkan belum setengah jalan, namun ruang medis Real Madrid sudah penuh. 23 cedera tersebut dianggap "tidak biasa" oleh manajemen, bukan hanya karena frekuensinya tetapi juga karena reaksi berantai. Nyeri otot, ketegangan, dan kambuh yang berulang menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana tim menghadapi musim ini.
Di dalam Real Madrid, Piala Dunia Antarklub dianggap sebagai salah satu alasan terbesar. Turnamen ini semakin memperpendek liburan musim panas yang sudah singkat, memaksa para pemain kunci untuk kembali berlatih sebelum tubuh mereka pulih sepenuhnya.
Oleh karena itu, pramusim dipersingkat, baik dari segi durasi maupun intensitas adaptasi. Real Madrid memasuki musim dengan kondisi fisik yang tidak lengkap.
Masalahnya bukan hanya jumlah cedera. Yang mengkhawatirkan tim medis adalah jenis cedera yang terjadi. Mayoritas adalah cedera otot, yang rentan kambuh dan sulit ditangani dalam jadwal yang padat. Ketika seorang pemain kembali dan langsung dikenai beban kerja yang meningkat, risiko cedera berulang hampir tak terhindarkan.
Kenyataannya, Real Madrid tidak sendirian. Chelsea, Manchester City, dan Paris Saint-Germain, semua tim yang berkompetisi di Piala Dunia Antarklub, juga menderita gelombang cedera serupa. Kesamaan mereka adalah jadwal musim panas yang terganggu dan kurangnya persiapan yang memadai untuk musim baru.
![]() |
Real Madrid harus menanggung konsekuensi dari jadwal yang padat. |
Dalam sepak bola level atas, pramusim bukanlah periode sekunder. Ini adalah fondasi bagi otot untuk beradaptasi, bagi ritme sirkadian untuk menyesuaikan diri, dan bagi intensitas untuk meningkat secara bertahap. Ketika periode itu dipersingkat, risiko cedera meningkat secara eksponensial. Real Madrid adalah contoh utamanya.
Xabi Alonso terpaksa melakukan rotasi pemain secara terus-menerus, tetapi itu tidak cukup untuk mencegah serangkaian kemunduran fisik. Setiap kali pemain kunci absen, struktur taktik pun terganggu. Stabilitas, elemen yang dulunya membuat Real Madrid kuat, kini telah menjadi kemewahan.
Kisah di Bernabeu mencerminkan masalah yang lebih besar dalam sepak bola modern: para pemain dieksploitasi melampaui batas kemampuan mereka. Liga-liga baru, jadwal pertandingan yang diperluas, dan tur komersial mengubah tubuh manusia menjadi "komoditas yang dapat dikonsumsi."
Real Madrid mencari jawaban di ruang rapat dan ruang medis. Tetapi pertanyaan sebenarnya terletak pada skala global: seberapa jauh sepak bola akan terus berkembang sebelum para bintang yang membuatnya begitu menarik tidak lagi cukup fit untuk bermain?
Sumber: https://znews.vn/bao-dong-do-o-real-madrid-post1616433.html








Komentar (0)