
Sebagian orang berpendapat bahwa penggunaan audio pra-rekaman dan teknologi penyuntingan suara yang berlebihan membuat pertunjukan panggung kehilangan emosi dan vitalitas, serta mengurangi profesionalisme seni pertunjukan.
Dari perspektif pelatihan, sekolah-sekolah seni menegaskan bahwa mereka tidak melatih penyanyi untuk melakukan lip-sync. Selain keterampilan penampilan, sekolah-sekolah tersebut menekankan penanaman rasa kerja artistik yang jujur, mendorong penyanyi untuk bernyanyi secara langsung, mengekspresikan emosi yang tulus, dan memilih karya-karya yang memiliki nilai artistik.
Pada seminar tersebut, topik lain yang mendapat banyak perhatian adalah peran kecerdasan buatan dalam penciptaan karya seni. Banyak pendapat menyatakan bahwa alat AI seperti ChatGPT dapat secara efektif mendukung proses kreatif, tetapi tidak dapat menggantikan emosi manusia, pengalaman hidup, dan kedalaman batin—elemen inti yang membentuk nilai artistik. Para delegasi juga sepakat bahwa, dalam konteks apa pun, kejujuran harus tetap menjadi dasar seni. Karena apa yang dicari penonton adalah emosi yang tulus dari pencipta.
RG
Sumber: https://baoangiang.com.vn/bao-dong-tinh-trang-hat-nhep-trong-bieu-dien-nghe-thuat-a487227.html









Komentar (0)