![]() |
Timnas U23 Thailand mengalami kekalahan di pertandingan pembuka mereka di Kejuaraan Asia U23 AFC. |
Situs web Main Stand menggambarkan pertandingan ini sebagai pertandingan di mana tim U23 Thailand "mempersulit diri mereka sendiri." Perwakilan Asia Tenggara ini memulai dengan antusias, bermain proaktif, dan secara mengejutkan unggul lebih dulu.
Menurut Main Stand , periode itulah ketika tim U23 Thailand menjalankan rencana taktis mereka dengan benar, melakukan pressing secara efektif, dan menyulitkan Australia untuk membangun permainan dari belakang. Namun, titik balik terjadi dengan kartu merah di babak pertama.
Main Stand menekankan bahwa sejak saat itu, pertandingan praktis "sudah ditentukan." Bermain dengan sepuluh pemain melawan lawan yang lebih unggul dalam kebugaran fisik dan organisasi, tim U23 Thailand terpaksa mundur jauh ke pertahanan. Inisiatif mereka hilang, sementara tekanan dari Australia meningkat setiap menitnya.
Siamsport mengupas tuntas unsur karakter. Surat kabar olahraga terkemuka Thailand ini berpendapat bahwa masalahnya bukan hanya terletak pada kartu merah, tetapi juga pada bagaimana para pemain muda bereaksi setelah insiden tersebut.
Tim U23 Thailand kehilangan ketenangan, melakukan banyak kesalahan umpan di lini tengah dan gagal mempertahankan tempo permainan. Ketika gol peny equalizer tercipta, moral tim menurun drastis, membuka jalan bagi gol kedua.
![]() |
Timnas U23 Thailand menunjukkan performa yang sangat kuat melawan timnas U23 Australia. |
Sementara itu, BallThai mengambil pandangan yang lebih berimbang. Situs tersebut menyatakan bahwa kekalahan melawan Australia, tim yang diunggulkan dalam turnamen tersebut, bukanlah hasil yang mengejutkan.
BallThai memuji upaya pertahanan meskipun bermain dengan sepuluh pemain, sekaligus menunjukkan bahwa masalah utama bagi tim U23 Thailand adalah kemampuan mereka untuk mengendalikan permainan ketika berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Kesamaan yang terdapat dalam artikel-artikel surat kabar Thailand adalah kejujurannya, tetapi tanpa bersikap pesimis. Mereka mengakui adanya kesenjangan dalam keterampilan dan pengalaman, tetapi melihatnya sebagai ujian yang diperlukan bagi tim muda.
Menurut media Thailand, kekalahan melawan Australia bukanlah akhir, melainkan pengingat bahwa di panggung kontinental, hanya satu momen kehilangan kendali sudah cukup untuk menghentikan semua upaya.
Sumber: https://znews.vn/bao-thai-lan-mo-xe-that-bai-cua-doi-u23-post1618223.html









Komentar (0)