![]() |
Tim Mbappe berulang kali kalah dari Barcelona. Foto: Reuters . |
Pada dini hari tanggal 12 Januari, Mbappe dan rekan-rekan setimnya mengalami kekalahan 2-3 melawan Barcelona, sehingga menyaksikan lawan mereka berhasil mempertahankan gelar Piala Super Spanyol mereka pada tahun 2026.
Statistik dari dua musim terakhir menunjukkan bahwa Barcelona menjadi "musuh bebuyutan" nyata dalam upaya Mbappe meraih gelar di Spanyol.
Pada Januari 2025, juga di Piala Super Spanyol, Real Madrid yang diperkuat Mbappe mengalami kekalahan telak 2-5 melawan Barcelona. Di La Liga, "Los Blancos" tertinggal dalam persaingan jangka panjang dan harus menyaksikan rival Catalan mereka mengangkat trofi di akhir musim.
Di final Copa del Rey 2024/25, Real Madrid yang diperkuat Mbappe kembali mengalami kekalahan yang menyakitkan, kalah 2-3 dari Barcelona.
Memasuki musim 2025/26, Mbappe dan Real Madrid bertekad untuk mematahkan kutukan di Piala Super Spanyol. Namun, harapan itu dengan cepat pupus ketika Barcelona melanjutkan rentetan kemenangan mereka, memaksa Mbappe untuk menerima kekalahan lain melawan tim Catalan tersebut.
Sejak bergabung dengan Real Madrid, Mbappe hanya memenangkan Piala Super UEFA dan Piala Interkontinental FIFA. Kedua kompetisi ini tidak diikuti oleh Barcelona.
Bagi bintang Prancis itu, hasil ini bukan hanya kegagalan dalam hal trofi, tetapi juga menimbulkan tantangan psikologis yang signifikan. Dalam periode mendatang, Mbappe dan Real Madrid harus menemukan solusi jika mereka ingin mematahkan kutukan yang tidak menguntungkan setiap kali mereka menghadapi Barcelona.
Sumber: https://znews.vn/barcelona-thanh-con-ac-mong-cua-mbappe-post1618916.html







Komentar (0)