Warga Korea Utara bersantai di pantai di kawasan wisata pesisir timur Wonsan-Kalma pada 1 Juli. Foto: KCNA
Warga Korea Utara menghabiskan banyak uang di resor wisata pantai raksasa Wonsan-Kalma yang dibuka pada akhir Juni.
Kantor berita pemerintah Korea Utara KCNA merilis gambar wisatawan yang menikmati liburan di pantai di resor Wonsan Kalma minggu ini.
"Pengunjung dapat menikmati berenang, permainan air, dan aktivitas lainnya di resor pantai raksasa yang baru dibuka," lapor KCNA pada 2 Juli.
Kawasan wisata pantai timur Wonsan-Kalma, yang dapat menampung sekitar 20.000 orang, merupakan inti dari dorongan pariwisata pemimpin Kim Jong-un untuk meningkatkan perekonomian negara.
Media Korea Utara juga menggambarkan Wonsan Kalma sebagai kompleks resor modern, termasuk banyak hotel dan resor yang nyaman.
Tempat ini dilengkapi dengan fasilitas hiburan seperti kolam renang, olah raga , beserta restoran dan tempat makan berkelas tinggi, siap memenuhi kebutuhan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menarik banyak wisatawan
Kawasan Wonsan-Kalma, kompleks wisata terbesar Korea Utara, mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli, menarik banyak warga Korea Utara untuk berenang di luar ruangan, bermain perosotan, dan permainan lainnya di taman air di area tersebut, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Para pengunjung sangat antusias dan meluap-luap emosi atas pengalaman baru yang menakjubkan di resor ini. Mereka juga terkesima dengan keindahan dan kemegahan kota ini, dengan lebih dari 400 bangunan berdesain artistik berjajar di sepanjang pantai berpasir putih, menciptakan perpaduan yang sempurna," lapor KCNA.
Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara menunjukkan anak-anak bermain dengan gembira di laut, sementara yang lain mengenakan pakaian renang warna-warni tersenyum dan duduk di bawah payung matahari merah dan putih.
Pada upacara pembukaan minggu lalu, pemimpin Kim Jong Un mencatat bahwa ini akan menjadi "salah satu keberhasilan terbesar tahun ini" dan menyebut pembukaan tersebut sebagai "langkah awal yang membanggakan" menuju realisasi kebijakan pengembangan pariwisata.
Media pemerintah telah menekankan bahwa Korea Utara berencana membangun kawasan wisata serupa di seluruh negeri dalam waktu dekat. Namun, masih belum jelas kapan pariwisata internasional akan pulih sepenuhnya.
Sejak 2022, Korea Utara secara bertahap melonggarkan pembatasan yang diberlakukan selama pandemi Covid-19 dan membuka kembali perbatasannya secara bertahap.
Pada bulan Februari tahun ini, Korea Utara mengizinkan sekelompok kecil wisatawan internasional untuk mengunjungi kota perbatasan timur laut Rason.
Tahun lalu, lebih dari 2.000 warga Rusia, termasuk hanya sekitar 880 wisatawan, mengunjungi Korea Utara.
Menurut kantor berita Yonhap Korea Selatan , sekelompok wisatawan Rusia diperkirakan tiba di resor tersebut pada tanggal 7 Juli.
"Kawasan wisata pesisir Wonsan Kalma harus memainkan peran utama dalam meletakkan fondasi bagi budaya pariwisata Korea Utara," ujar Kim, seraya menambahkan bahwa resor tersebut harus menyediakan fasilitas dan hiburan terbaik bagi pengunjung.
Pembukaan kawasan wisata Wonsan Kalma diharapkan dapat menghidupkan kembali industri pariwisata dan menarik mata uang asing yang penting di tengah sanksi internasional yang sedang berlangsung terhadap Korea Utara.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/ben-trong-khu-du-lich-dang-cap-the-gioi-cua-trieu-tien-148421.html
Komentar (0)