Depastrum cyathiforme, spesies ubur-ubur yang dulu dikenal dari lukisan-lukisan kuno, kini telah tercatat di dunia nyata di Kepulauan Hebrida Luar Skotlandia, Inggris. (Foto: Guy Freeman) |
Selama beberapa dekade, ubur-ubur kecil bertangkai mirip thistle, Depastrum cyathiforme, hanya ditemukan dalam gambar dan ilustrasi abad ke-19. Terakhir kali tercatat pada tahun 1976 di Roscoff, Prancis utara, para ilmuwan yakin makhluk itu telah punah sepenuhnya.
Namun, penemuan mengejutkan selama liburan musim panas baru-baru ini di South Uist, salah satu pulau terpencil di Outer Hebrides (Skotlandia, Inggris) mengubah persepsi itu.
Saat menjelajahi kolam batu pantai, seorang turis menemukan empat makhluk kecil yang menempel di bebatuan, menyerupai anemon laut, dan langsung memotretnya. Hebatnya, foto-foto ini hampir sama persis dengan gambar pena dan cat air klasik Depastrum cyathiforme.
Penemunya, Neil Roberts, mengatakan awalnya ia "agak skeptis" ketika mencari informasi daring, tetapi semakin ia membandingkan gambar-gambar tersebut, semakin jelas kemiripannya. "Saya sangat senang ketika para ahli mengonfirmasi bahwa foto yang saya ambil adalah ubur-ubur yang sudah lama terlupakan," tambahnya.
Penemuan ini, yang dipublikasikan di jurnal British Wildlife , dikonfirmasi oleh survei lapangan lebih lanjut. Pencarian tersebut menghasilkan identifikasi spesies Depastrum cyathiforme lainnya, yang meningkatkan harapan bahwa spesies tersebut, yang diperkirakan telah punah, mungkin masih ada di wilayah jelajahnya yang terbatas di sekitar South Uist.
Editor British Wildlife Guy Freeman, yang melakukan survei di South Uist musim panas ini, mengonfirmasi keberadaan setidaknya satu Depastrum cyathiforme di area tersebut.
"Saat Neil pertama kali membagikan gambar-gambar itu, rasanya seperti melihat hantu," kata Freeman. "Apa yang kami pikir hanya ada di buku sketsa lama kini menjadi kenyataan di depan mata kami. Sungguh ajaib."
Langkah selanjutnya, menurut Freeman, adalah memperluas survei untuk menentukan apakah Depastrum cyathiforme masih ada di area selain South Uist.
Area tempat Neil Roberts menemukan ubur-ubur Depastrum cyathiforme. (Sumber: British Wildlife) |
Pada abad ke-19, ubur-ubur ini tercatat di Inggris Barat Daya dan dijuluki "goblet lucernaria" oleh ahli biologi kelautan ternama, Philip Henry Gosse. Penampakan terakhir yang tercatat di Inggris adalah pada tahun 1954, di Lundy, Devon, sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya dari catatan ilmiah.
Depastrum cyathiforme adalah anggota kelompok ubur-ubur bertangkai, yang berkerabat dekat dengan ubur-ubur, anemon laut, dan karang. Ubur-ubur ini biasanya berukuran kurang dari 5 cm dan menggunakan penghisap untuk menempel pada batu atau rumput laut. Secara global, ilmu pengetahuan baru mencatat sekitar 50 spesies ubur-ubur bertangkai, 10 di antaranya hidup di perairan Inggris dan Irlandia.
Allen Collins, pakar ubur-ubur bertangkai terkemuka di Smithsonian Institution di Washington DC, mengatakan penemuan ini merupakan penemuan besar. "Saya sangat senang mendengarnya. Sekarang kita bisa yakin bahwa spesies langka ini masih ada. Semoga lebih banyak individu akan ditemukan di masa mendatang," ujarnya.
Christine dari Pusat Catatan Biologi Hebrides Luar mengatakan, “Kami selalu senang ketika spesies baru tercatat di pulau ini. Namun, tidak setiap hari kami dapat mengonfirmasi spesies yang sebelumnya dianggap punah. Ini adalah contoh fantastis tentang peran naturalis lokal dalam memperkaya pemahaman kita tentang keanekaragaman hayati di Hebrides Luar dan Inggris secara keseluruhan.”
Penemuan yang mengejutkan ini bukan hanya kabar baik bagi para ilmuwan, tetapi juga menekankan pentingnya melestarikan ekosistem alam, tempat makhluk langka dapat hidup dengan tenang dan menunggu untuk ditemukan kembali.
Sumber: https://baoquocte.vn/du-khach-phat-hien-loai-sua-tuyet-chung-tai-vung-bien-scotland-anh-323200.html
Komentar (0)